Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Awi Setiyono. Antara
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Awi Setiyono. Antara

73 Orang dan 2 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla

Nasional Kebakaran Lahan dan Hutan
Siti Yona Hukmana • 06 Juli 2020 23:21
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menetapkan 75 tersangka kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data itu dihimpun dari periode 1 Januari-5 Juli 2020.
 
"Adapun sebanyak 75 (tersangka), dengan rincian 73 perorangan dan dua korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 6 Juli 2020.
 
Awi menuturkan pihaknya menerima (sebanyak) 68 laporan polisi dengan perincian 67 kasus pelaku perorangan dan satu kasus pelaku korporasi dalam kasus karhutla. Dalam laporan itu menyebutkan area yang terbakar seluas 303.4375 hektare.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Awi menyebut terdapat satu kasus dalam proses lidik dan 19 kasus yang telah disidik. Rinciannya, sebanyak 12 kasus proses sidik dan enam kasus tahap I dan satu kasus sudah P19 (pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi).
 
Kemudian sebanyak 48 kasus dalam proses penyelesaian perkara. Rinciannya, dua kasus P21 alias lengkap dan 46 kasus Tahap II atau tersangka dan barang bukti telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).
 
Awi mengungkapkan, penanganam kasus ini tersebar di satu satuan wilayah (satwil) dan enam satuan kerja (satker) 2020. Rinciannya, Bareskrim Polri menetapkan dua pelaku korporasi pada tahun 2019, satu kasus P21 dan satu lainnya masuk dalam tahap II pada 2020.
 
Polda Riau menangani 50 kasus, dengan rincian 50 pelaku perorangan dan satu pelaku korporasi. Kemudian luas area yang terbakar 241,1675 hektare.
 
Dalam kasus ini, sebanyak 58 orang telah ditetapkan sebagai tersangka perorangan dan dua tersangka korporasi. Berkas perkara memasuki tahap I ada tiga kasus perorangan, tiga kasus perorangan, dan satu korporasi lainnya masuk proses sidik serta 44 kasus masuk dalam tahap II.
 
Polda Jambi menangani dua kasus dengan pelaku perorangan. Sebanyak 0,32 hektare hutan dan lahan terbakar dari dua laporan polisi ini.
 
"Dalam kasus ini dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka perorangan. Selanjutnya dua kasus ini dalam proses sidik," ujar Awi.
 
Baca: 12 Hektare Lahan Gambut di Nagan Raya Terbakar
 
Polda Kalimantan Tengah menangani delapan laporan polisi dengan total luas area yang terbakar 10,45 hektare. Dalam kasus ini, sebanyak tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka perorangan. Sebanyak tiga kasus dalam proses sidik, tiga kasus masuk tahap I, dan satu kasus dalam tahap lidik.
 
Polda Kalimantan Utara menangani empat kasus perorangan dengan laporan luas area yang terbakar 18 hektare. Empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
 
"Tiga kasus telah P21 dam kasus dalam proses sidik," kata Awi
 
Polda Aceh menangani satu kasus dengan luas area yang terbakar 28 hektare. Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Kasusnya tengah proses sidik.
 
Polda Bangka Belitung menangani dua kasus dengan dua pelaku perorangan. Total area yang terbakar dilaporkan seluas 5,5 hektare. Kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka perorangan dan tengah proses sidik.
 
Awi menuturkan para tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 187 dan Pasal 188 KUHP; Pasal 98, Pasal 99 dan Pasal 108 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup; Pasal 108 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.
 

(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif