Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. ANT/Puspa Perwitasari
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. ANT/Puspa Perwitasari

Imam Nahrawi Minta CCTV Pemberian Suap Dibuka

Nasional Kasus Suap Imam Nahrawi
Fachri Audhia Hafiez • 13 Mei 2020 21:00
Jakarta: Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta rekaman kamera pengintai atau CCTV yang menunjukkan penerimaan suap untuk dirinya ditampilkan di muka persidangan. Rekaman tersebut diduga berisi perpindahan uang rasuah oleh pejabat Kemenpora.
 
Hal ini bermula dari keterangan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kemenpora Supriyono yang menyebut ada penyerahan Rp400 juta kepada asisten pribadi Imam, Miftahul Ulum. Fulus yang disebut 'honor' untuk menteri itu diserahkan di pelataran masjid Kemenpora.
 
"Bahwa sekiranya yang mulia (majelis hakim) berkenan kiranya CCTV yang ada di depan masjid, yang katanya ada pemberian dari Supriyono ke Ulum ini untuk dihadirkan," kata Imam dalam persidangan video conference, Rabu, 13 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Imam juga meminta sadapan rekaman pembicaraan antara Supriyono dan mantan Deputi IV Kemenpora Mulyana didengarkan di persidangan. Rekaman itu disebut-sebut membicarakan 'honor' Rp400 juta yang akan diberikan keduanya kepada Imam melalui Ulum.
 
"Demikian juga sadapan pembicaraan saudara Mulyana dengan Miftahul Ulum dan Pak Supri atau Mulyana. Terkait uang Rp400 juta mohon dihadirkan yang mulia agar semua terang benderang demi keadilan," pinta Imam.
 
Baca: Dugaan Aliran Dana Imam Nahrawi dari Taufik Hidayat Diselisik
 
Pada persidangan sebelumnya, Supriyono mengaku pernah memberikan Rp400 juta kepada Imam. Uang tersebut dari dana operasional Kemenpora.
 
Supriyono tak memerinci kapan uang diberikan. Dia juga mengaku tak mengetahui alasan pemberian honor kepada Imam. Namun, dia mengaku honor untuk Imam awalnya Rp1 miliar.
 
"Ada diskusi waktu itu Pak Chandra mengusulkan Rp1 miliar, sementara Pak Mulyana nanya ke saya dan saya jawab dicarikan, dan (Mulyana) bilang tolong dicarikan," ujar Supriyono saat bersaksi untuk terdakwa Imam, Jumat, 8 Mei 2020.
 
Uang diberikan Supriyono melalui Ulum. Uang diberikan di halaman masjid Kemenpora.
 
"Jadi saya telepon Mas Ulum ada titipan dan saya sama Ulum ketemu di depan masjid parkir Kemenproa dan uang itu saya serahkan ke Pak Ulum pakai tas, karena waktu itu malam-malam saya pulang, Mas Ulum pulang," tutur Supriyono.
 
Imam Nahrawi didakwa menerima suap Rp11,5 miliar dan gratifikasi Rp8,64 miliar dari sejumlah pejabat Kemenpora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Suap diberikan agar proses persetujuan dan pencairan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora pada 2018 cepat diproses.
 
Hibah tersebut dimanfaatkan untuk beberapa kegiatan. Di antaranya, pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi pada multievent Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif