Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Penyuap Politikus PDI Perjuangan Divonis 2,5 Tahun Penjara

Nasional Impor Bawang Putih
Fachri Audhia Hafiez • 07 Januari 2020 07:40
Jakarta: Direktur PT Cahaya Sakti Agro (CSA) Chandry Suanda alias Afung divonis dua tahun enam bulan penjara serta denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan. Dia terbukti menyuap eks anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Dhamantra, terkait kuota impor bawang putih.
 
"Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Syaifuddin Zuhri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 7 Januari 2020.
 
Selain Afung, majelis juga menjatuhkan hukuman pidana kepada dua terdakwa lainnya yakni Direktur PT Sampico Adhi Dody Wahyudi, dan wiraswasta Zulfikar. Keduanya dinilai terbukti melakukan rasuah bersama dengan Afung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dody dipidana penjara selama dua tahun serta denda Rp75 juta subsider dua bulan kurungan. Sementara itu, Zulfikar dihukum satu tahun enam bulan bui subsider satu bulan penjara.
 
Ketiganya terbukti menyuap Dhamantra agar mengupayakan pengurusan suap impor bawang putih di Kementerian Perdagangan (Kemendag). Suap yang diterima Dhamantra hingga Rp2 miliar.
 
Perkara ini bermula saat Afung dan Doddy berniat mengajukan kuota impor bawang putih pada 2018. Afung mengajukan sebagai importir yang bekerja sama dengan PT Pertani sebagai penyedia wajib tanam 5 persen untuk memperoleh rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian. PT CSA turut memperoleh surat persetujuan impor (SPI) bawang putih sebesar 20 ribu ton dari Kemendag.
 
Awal 2019, Afung bernafsu kembali mengajukan kuota impor. Sejatinya, ia sempat gagal menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada PT Pertani untuk wajib tanam pada 2018.
 
Pada Januari 2019, Dody Wahyudi menemui Dhamantra guna menanyakan cara mengurus kuota impor bawang putih. Dhamantra menggiring Dody untuk menanyakan perihal impor kepada Mirawati, orang kepercayaan Dhamantra.
 
Dody kemudian menyampaikan kepada Afung dia telah punya 'jalan pintas' untuk pengurusan impor bawang putih. Hal itu membawanya pada perjanjian commitment fee guna kepengurusan kuota impor bawang putih.
 
Dalam pertimbangan pemberatan hukuman, Afung, Dody dan Zulfikar disebut tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Hal yang meringankan, mereka belum pernah dihukum, memiliki tanggungan keluarga, menyesali dan berjanji tak akan mengulangi perbuatan yang sama.
 
Afung, Dody dan Zulfikar dinilai terbukti melanggar Pasal 5 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif