Pengadilan Tipikor. Foto: Medcom.id/M Rodhi Aulia.
Pengadilan Tipikor. Foto: Medcom.id/M Rodhi Aulia.

Deputi Kemenpora Berdalih Tak Tertarik Fortuner dari KONI

Nasional OTT Pejabat Kemenpora
Damar Iradat • 13 Mei 2019 16:15
Jakarta: Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana mengaku tidak berniat memiliki mobil Toyota Fortuner pemberian pejabat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Mobil tersebut sebatas ia pinjam dari mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kemenpora Supriyono.
 
Mulyana berdalih mobil itu digunakan sebagai pengganti mobil dinas tahun 2011 yang tengah diservis. Pasalnya, saat itu tidak ada mobil operasional tersedia di Kemenpora.
 
Menurut dia, Supriyono memiliki dua mobil, Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner. Mobil Fortuner itu ia pinjam selama mengikuti perjalanan ke venue cabang olahraga Asian Games dan Asian Paragames 2018 bersama Menpora Imam Nahrawi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi sekali lagi urusan mobil itu saya sama sekali tidak ada niatan untuk memiliki mobil itu, karena faktanya mobil itu saya kembalikan bulan Juni setelahnya," kata Mulyana usai menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 13 Mei 2019.
 
Sebelumnya, dalam kesaksiannya di persidangan, Supriyono mengaku pernah membelikan mobil Toyota Fortuner atas permintaan Mulyana. Pembelian Fortuner itu menggunakan uang dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy.
 
Menurut Supriyono, mobil itu diminta Mulyana karena mobil sebelumnya dianggap sudah tidak layak. Mulyana sempat mempertanyakan sumber dana pembelian mobil. Supriyono saat itu mengaku akan memikirkan sumber uang pembelian Fortuner itu.
 
Baca: Saksi Mengakui Serahkan Rp400 Juta ke Asisten Menpora
 
Pada akhirnya, Supriyono menemui Ending Fuad Hamidy. Ia menyampaikan keinginan Mulyana membeli mobil baru.
 
Dalam perkara suap dana hibah pejabat Kemenpora ini, Mulyana didakwa menerima suap berupa mobil Toyota Fortuner VRZ TRD hitam metalik bernomor polisi B 1749 ZJB, uang Rp300 juta, dan satu kartu ATM debit BNI nomor 5371 7606 3014 6404 dengan saldo senilai Rp100 juta. Selain itu, ia juga menerima satu ponsel Samsung Galaxy Note 9.
 
Suap ini bermula pada 2018 saat KONI mengajukan proposal bantuan dana hibah kepada Kemenpora. Proposal itu terkait pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional, Asian Games, dan Asian Para Games 2018.
 

(OGI)

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif