Sjamsul Nursalim dan Istri Mangkir
Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sjamsul dan istri sedianya akan diperiksa terkait pengembangan perkara korupsi penerbitan SKL BLBI.

"Jadi hari ini Senin dan Selasa di agendakan permintaan keterangan Sjamsul dan Itjih tapi belum ada konfirmasi datang atau tidak datang," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018.

Febri menyebut penyidik akan melayangkan surat pemanggilan ulang. Pemanggilan akan kembali melibatkan pihak otoritas setempat.


"KPK akan melakukan pemanggilan kembali dengan KBRI dan otoritas Singapura," ujar dia. 

Dia meminta pada pemanggilan berikutnya Sjamsul dan istrinya bersikap kooperatif. Kesaksian keduanya dinilai penting untuk mengungkap lebih terang ihwal korupsi penerbitan SKL BLBI.

(Baca juga: KPK Ultimatum Sjamsul Nursalim dan Istri)

"Ini kesempatan jika ada klarifikasi oleh Sjamsul dan Itjih, karena di sidang kemarin ada fakta sidang yang ditelusuri," pungkas dia. 

Pemanggilan Sjamsul Nursalim dan Itjih ini merupakan pengembangan atas putusan majelis hakim pengadilan Tipikor terhadap Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung. Syafruddin divonis 13 tahun penjara dan denda Rp700 juta subsider 3 bulan kurungan.

Syafruddin terbukti merugikan negara sekitar Rp4,58 triliun atas penerbitan SKL BLBI kepada Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI). Perbuatan Syafruddin telah memperkaya Sjamsul Nursalim, selaku pemegang saham pengendali BDNI tahun 2004.






(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id