Pengacara Bripka Ricky Rizal Wibowo, Erman Umar. Branda Antara
Pengacara Bripka Ricky Rizal Wibowo, Erman Umar. Branda Antara

Bripka RR Siap Jadi Justice Collaborator Bila Ada Ancaman

Siti Yona Hukmana • 09 September 2022 09:33
Jakarta: Bripka Ricky Rizal (RR) menyatakan siap menjadi justice collaborator (JC) dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Justice collaborator itu adalah saksi pelaku yang bekerja sama dengan penyidik untuk mengungkap kasus.
 
"Jadi saya siapin lah untuk JC," kata kuasa hukum Bripka RR, Erman Ummar, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis malam, 8 September 2022.
 
Namun, surat JC akan diberikan kepada Polri bila Bripka Ricky Rizal mendapat ancaman. Erman menyatakan sejauh ini kliennya telah bicara jujur dan belum ada pengancaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erman mengatakan sejatinya kliennya berencana menjadi justice collaborator sejak awal. Tapi, pada awal-awal kasus itu belum ada persiapan baik surat penahanan, pengacara pun juga belum jelas.
 
"Ada memberitahu lawyer tapi enggak bisa komunikasi, kalau ditanya enggak jelas. Jadi timbul keluarga berunding, masuk saya minta tolong," ujar Erman.
 
Erman menyebut kliennya sempat dibujuk untuk bicara jujur. Bahkan, penyidik juga mendatangkan keluarga Bripka Ricky Rizal.
 
"Kalau kamu tidak bicara benar nama baik bapak kamu yang juga polisi bisa tidak benar. Ingat anak kamu, bagaimanapun anak kamu, mau apa pembunuh atau apa," kata Erman.
 
Mendengar itu, kata dia, Bripka Ricky menangis. Maka itu, Erman selaku pengacara langsung menyiapkan surat untuk justice collaborator.
 
"Terakhir dia bilang, ya kalau dulu kan saya belum terbuka. Tetapi, saya bilang gini kalau kamu suatu saat terancam ya bisa saja diubah dicabut keterangan kamu di pengadilan. Kalau itu, saya akan mengambil sikap, kalau misalnya terancam baru saya ini (ajukan JC)," kata Erman.
 

Baca: Bripka Ricky Rizal Tak Tahu Ada Pelecehan Seksual Terhadap Putri di Magelang


Bripka Ricky Rizal menjalani pemeriksaan lanjutkan menggunakan lie detector atau pendeteksi kebohongan pada Kamis, 8 September 2022. Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi berkas perkara yang dikembalikan jaksa penuntut umum (JPU) atau P-19 pada Kamis, 1 September 2022.
 
"Kan ada P-19 dari jaksa, itu mungkin intinya mempertajam, mempertegas yang disampaikan oleh pihak penyidik," kata Erman.
 
Erman tak merinci materi pemeriksaan. Namun, dia mengatakan hal yang dipertegas penyidik itu mulai dari peristiwa di rumah pribadi eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Komplek Pertambangan, Jalan Saguling III, Jakarta Selatan. Lalu, kejadian di Magelang, Jawa Tengah, hingga kejadian terakhir di rumah dinas Sambo, Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.
 
Bripka Ricky menjadi tersangka penembakan Brigadir J bersama empat orang lainnya. Keempatnya ialah atasannya, Irjen Ferdy Sambo; istri Sambo, Putri Candrawathi; Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu; dan Kuat Ma'ruf.
 
Kelima tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. 
 
(JMS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif