Umar Patek. Foto: MI/Bagus Suryo
Umar Patek. Foto: MI/Bagus Suryo

BNPT Sebut Umar Patek Tetap Dapat Program Deradikalisasi Setelah Bebas

Indriyani Astuti • 09 Desember 2022 17:53
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan program deradikalisasi dilanjutkan setelah mantan narapidana terorisme keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Ini merespons bebasnya perakit Bom Bali I, Hisyam Bin Alizein alias Umar Patek.
 
"Saat napi dalam Lapas program deradikalisasi dilaksanakan dan saat narapidana bebas juga masih dilanjutkan," kata Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris saat dihubungi, Jumat, 9 Desember 2022.
 
Ia mengatakan program deradikalisasi dilakukan sampai mantan narapidana dapat menjalani kehidupan yang moderat. Program tersebut terus diupayakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Agar mereka dapat mengikuti program deradikalisasi sebagai proses menuju kehidupan moderat," ujar Irfan.
 
Hisyam bin Alizein Alias Umar Patek bebas bersyarat dari Lapas Kelas I Surabaya, Rabu, 7 Desember 2022. Umar Patek sudah beralih status dari narapidana menjadi klien pemasyarakatan Lapas Surabaya dan wajib mengikuti program pembimbingan sampai 29 April 2030. Apabila sampai dengan masa itu terjadi pelanggaran, maka hak bersyaratnya akan dicabut.
 

Baca: Umar Patek Dibebaskan, Warga Australia Penyintas Bom Bali Marah


Program ini merupakan hak bersyarat yang diberikan kepada seluruh narapidana yang telah memenuhi persyaratan adminstratif dan substansti. Antara lain, sudah menjalankan dua per tiga masa pidana, berkelakuan baik, telah mengikuti program pembinaan, dan telah menunjukan penurunan risiko seperti yang tercantum dalam Undang-Undang No.22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan
 
"Persyaratan khusus yang telah dipenuhi oleh Umar Patek adalah telah mengikuti program pembinaan deradikalissi dan telah berikrar setia NKRI," ujar Koordinator Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Permasyarakatan Rika Aprianti.
 
Pemberian bebas bersyarat kepada Umar Patek juga telah direkomendasikan BNPT dan Detasemen Khusus 88 (Densus 88).
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif