Menko Polhukam Mahfud MD/Istimewa
Menko Polhukam Mahfud MD/Istimewa

Pemerintah Bakal Libatkan Interpol Selisik Utang BLBI di Luar Negeri

Nasional mahfud md Kasus BLBI BLBI Kemenkumham Penegakan Hukum
Kautsar Widya Prabowo • 15 April 2021 18:35
Jakarta: Pemerintah berupaya maksimal memburu utang obligor atau debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Termasuk, sejumlah aset debitur di luar negeri. 
 
"Kita antarnegara bisa pakai ekstradisi atau pidana, interpol, tadi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Yasonna Laoly) sudah menyatakan pakai cara itu," ujar Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam konferensi pers secara virtual, Kamis, 15 April 2021. 
 
Selain itu, pemerintah akan melakukan gijzeling atau penyanderaan badan dalam ranah perdata. Langkah tersebut dipertimbangkan untuk membayar utang obligor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 48 Obligor Diincar Satgas Penagihan BLBI
 
Mahfud memerinci beberapa macam bentuk tagihan obligor BLBI. Terbanyak, berbentuk kredit dengan nilai total Rp101 triliun.  
 
"Bentuk tagihan lainnya yakni properti yang mencapai Rp8 triliun, kemudian ada yang bentuknya rekening uang asing, sehingga hitunganya bisa berubah, ada yang berbentuk saham, jadi macam-macam, ada enam kategori," kata Mahfud.
 
Rincian utang obligor BLBI sebesar Rp 110.454.809.645.467. Angka tersebut dihitung Satuan Tugas (Satgas) Penagihan BLBI sesuai nilai kurs, pegerakan saham, dan nilai-nilai properti saat bantuan dikucurkan pada 1998.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif