Menko Polhukam Mahfud MD/Istimewa
Menko Polhukam Mahfud MD/Istimewa

48 Obligor Diincar Satgas Penagihan BLBI

Nasional mahfud md Kasus BLBI BLBI Penegakan Hukum
M Sholahadhin Azhar • 15 April 2021 16:25
Jakarta: Puluhan obligor atau debitur masuk daftar tagih Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut mereka menerima kucuran bantuan itu pada 1998 sebagai stimulus perekonomian.
 
"Pemerintah itu membuat kucuran dana untuk BLBI, untuk 48 obligor. Jadi pada waktu itu. Kan sudah ada yang ditagih, sudah ada yang lunas, dan sebagainya, nanti kita beritahu kepada masyarakat. Siapa-siapa yang lunas," kata Mahfud dalam konferensi pers di akun Youtube Kemenko Polhukam, Kamis, 15 April 2021.
 
Sjamsul Nursalim yang sempat terseret perkara hukum BLBI merupakan salah satu debitur. Mahfud menyebut ada dua macam utang yang menjadi tanggungan Sjamsul, dan pihaknya akan menagih kewajiban itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Utang Obligor BLBI kepada Negara Mencapai Rp110 Triliun
 
"Utangnya dua macam, satu Bank Dewaruci kemudian ada BDNI. Nah itu akan ditagih, Jadi masuk Bank Dewaruci dan BDNI punya Sjamsul Nursalim. Akan ditagih," kata Mahfud.
 
Di sisi lain, dia menjelaskan obligor BLBI berutang Rp100 triliun lebih kepada negara. Satuan Tugas (Satgas) Penagihan BLBI menghitung angka sesuai nilai kurs, pegerakan saham, dan nilai-nilai properti saat bantuan dikucurkan.
 
"Sesudah dihitung dengan kurs terakhir dan situasi saat ini yakni Rp 110.454.809.645.467," kata Mahfud.
 
Mahfud menyampaikan awalnya hitungan utang obligor BLBI kepada negara memiliki tiga versi, yakni Rp108 triliun, Rp109 triliun, dan Rp110 triliun. Menurut dia, hitungan teranyar diperkuat penjelasan Menteri Keungan (Menkeu) Sri Mulyani terkait rincian aset dari para obligor BLBI yang bisa segera ditagih. 
 
"Tadi Menteri Keuangan (Sri Mulyani) sudah menayangkan nih uang yang akan ditagih untuk aset kredit sekian, berbentuk saham sekian, berbentuk properti sekian, berbentuk rupiah dan bentuk tabungan sekian, dalam bentuk tabungan uang asing sekian, dan sebagainya," kata Mahfud.

 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif