Setya Novanto/MI/Rommy Pujianto
Setya Novanto/MI/Rommy Pujianto

Penahanan Setnov di Lapas Gunung Sindur Sementara

Nasional korupsi e-ktp setya novanto
M Sholahadhin Azhar • 17 Juni 2019 14:40
Jakarta: Terpidana korupsi KTP berbasis elektronik (KTP-el) Setya Novanto hanya menjalani pemeriksaan dan assessment di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor. Direktur Pembinaan Napi dan Latihan Kerja Produksi Kementerian Hukum dan HAM, Junaedi memastikan hal tersebut.
 
"Jadi tidak selamanya ada di situ. Setelah apa hasil rekomendasinya nanti. Nanti akan ada intervensi program kepada beliau," ujar Junaedi di Kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Jakarta Pusat, Senin, 17 Juni 2019.
 
Di sana, Pejabat Pembimbing Kemasyarakatan akan mengorek keterangan Novanto. Junaedi menjelaskan ada serangkaian pemeriksaan koruptor mega proyek KTP-el itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Petugas Lapas Pengawal Setnov Terancam Dipecat
 
Pemeriksaan juga meliputi assessment psikologi sebelum rekomendasi dikeluarkan. Pihaknya akan mendalami motif kepergian Novanto ke depo bangunan.
 
"Paling dalam waktu bulan-bulan ini ada keputusannya. Sementara ini beliau masih menjalani pemeriksaan oleh tim," ujar Junaedi.
 
Ia mengakui pemeriksaan memakan waktu, sebab setelah assessment, masih ada prosedur sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Hal ini dilakukan untuk menentukan program intervensi atau sanksi untuk Novanto.
 
"Perlakuan itu apa super maksimum, apa diturunkan ke maksimum, atau ke medium, nanti keputusan dari sidang TPP," ujar Junaedi.
 
Baca: Kemenkumham: Hanya Novanto yang Hobi Pelesiran
 
Ia menjelaskan motif pemindahan Novanto ke Lapas Gunung Sindur merupakan diskresi yang dilakukan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat Liberty Sitinjak. Pertimbangannya, terang dia, Lapas Gunung Sindur memiliki pengawasan sangat ketat. Bahkan, waktu kunjungan sangat dibatasi.
 
"Berbeda dengan lembaga pemasyarakatan lainnya. Oleh karena itu, ya itu tadi pembatasan-pembatasan mengenai keleluasan mereka sangat ketat," tegas dia.
 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif