Ketua DPR RI Setya Novanto memasuki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Ketua DPR RI Setya Novanto memasuki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Kemenkumham: Hanya Novanto yang Hobi Pelesiran

Nasional setya novanto
M Sholahadhin Azhar • 17 Juni 2019 13:42
Jakarta: Direktur Pembinaan Napi dan Latihan Kerja Produksi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Junaedi, menampik anggapan pemindahan terpidana korupsi KTP-el Setya Novanto memicu regulasi baru terkait hukuman koruptor. Menurut dia, tak ada napi lain di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, yang berperilaku seperti Novanto.
 
"Ah banyak dari mana, baru Pak Setnov saja," kata Junaedi di Kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Jakarta Pusat, Senin, 17 Juni 2019.
 
Menurut dia, perilaku terpidana koruptor tak bisa dipukul rata. Junaedi meyakinkan hanya Novanto yang hobi pelesir keluar lapas. Pemindahan Novanto dari Lapas Sukamiskin ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, dinilai tindakan kasuistik. Pasalnya, mantan Ketua DPR itu melanggar izin rawat inap di rumah sakit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Junaedi menjelaskan pihaknya tak bisa membuat regulasi atau pengetatan hanya karena seorang napi saja. Dia meminta semua pihak mempercayakan pengelolaan lapas di Jawa Barat pada Kantor Wilayah Kemenkumham di sana.
 
Baca: Koruptor Kelas Kakap Disarankan Tak Dikumpulkan di Sukamiskin
 
"Saat ini ditangani kantor wilayah. Percayakan kepada kantor wilayah supaya ini selesai persoalannya," dalih Junaedi.
 
Lebih lanjut, ia menyebut Novanto pasti akan diganjar sesuai dengan perbuatannya. Namun, ia belum bisa membeberkan sanksi terkait, apakah penambahan masa tahanan atau sanksi lain.
 
"Sesuai dengan pelanggarannya apa, masuk asesmen kemudian disidangkan Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), baru kemudian intervensi programnya (sanksi) apa," ujar Junaedi.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif