Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjawab pertanyaan jaksa KPK saat menjadi saksi sidang kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjawab pertanyaan jaksa KPK saat menjadi saksi sidang kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.

Menag Lukman Mengaku Dapat USD30 Ribu dari Arab

Nasional OTT Romahurmuziy
Fachri Audhia Hafiez • 26 Juni 2019 19:47
Jakarta: Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengaku menerima USD30 ribu dari Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Ibrahim bin Sulaiman Alnughaimshi dan Kepala Atase Bidang Keagamaan Syekh Saad Bin Husein An Namasi. Uang itu diklaim sebagai bentuk apresiasi kepada Lukman.
 
"Itu dari pemberian dari seseorang panitia terkait dengan kegiatan musabaqah tilawatil quran (MTQ) internasional. Jadi melalui Atase Agama Kedutaan Saudi Arabia untuk Indonesia," kata Lukman saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Juni 2019.
 
Menurut dia, uang tersebut diberikan pada akhir 2018. Fulus, jelas dia, diberikan karena Syekh Ibrahim dan Syekh Saad puas dengan penyelenggaraan MTQ bertaraf internasional yang diselenggarakan di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebagian saudara kita di Arab itu kalau sudah senang dengan sesuatu itu sering berikan hadiah yang macam-macam," ujar Lukman.
 
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku itu sempat menolak uang itu. Namun, kedua syekh memaksa Lukman menerimanya dan digunakan untuk kegiatan kebaikan.
 
Baca: Menag Berkelit Tak Intervensi Pemilihan Pejabat Kemenag
 
"Saya tidak mungkin dan tidak boleh menerima itu. Dia memaksa, 'Ya sudah berikan saja untuk khoiriyah itu maksudnya untuk kegiatan-kegiatan kebaikan, untuk bakti sosial, lembaga pendidikan, untuk rumah ibadah pokoknya untuk aktifitas kebaikan'," ujar Lukman.
 
Lukman mengakui uang tersebut tak pernah dilaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Mungkin lebih (dari tiga bulan), bahkan saya lupa, saya masih menyimpan," ujar dia.
 
KPK sempat menggeledah di ruang kerja Lukman saat kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) bergulir. Penyidik menyita uang sebesar Rp180 juta dan USD30 ribu.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif