Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Royalti untuk Musisi Tak Boleh Dikorupsi

Candra Yuri Nuralam • 25 November 2022 01:35
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong adanya perbaikan dalam ketentuan dan kebijakan pemungutan royalti lagu dan musik. Lembaga Antikorupsi tidak mau hak musisi dirampas dengan tindakan koruptif.
 
"KPK mengupayakan bagaimana mengantisipasi hal tersebut yang tujuannya adalah untuk mewujudkan dunia usaha yang antisuap dan bebas dari korupsi," kata Direktur Antikorupsi Badan Usaha (AKBU) KPK Aminuddin melalui keterangan tertulis, Kamis, 24 November 2022.
 
Amin mengatakan banyak musisi yang tidak mendapatkan haknya dengan maksimal. Pasalnya, kata dia, sistem pembayaran royalti saat ini dinilai masih belum jelas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selama ini terdapat permasalahan yang dihadapi pelaku usaha di dalam industri musik terkait ketidakjelasan pembayaran royalti lagu dan musik," ucap Amin.
 
KPK mencatat ada beberapa masalah dalam pembayaran royalti untuk musisi. Salah satunya yakni penagihan ganda oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK).
 
Permasalahan itu diminta tidak berlarut. Pasalnya, kata Amin, banyak pelaku usaha di sektor pariwisata membutuhkan lagu untuk menarik minat wisatawan.
 
"Bahwa lagu dan musik merupakan hak kekayaan intelektual yang dapat dimanfaatkan secara komersil oleh pelaku usaha, terutama di sektor pariwisata. Ini menjadi sangat penting," ucap Amin.
 

Baca juga: Eks Dirut PT Sriwijaya Mandiri Sumsel Janji Kooperatif


 
Ketua LMKN Darmadi Oratmangun mengamini masih banyak tindakan koruptif dalam pembagian royalti musik untuk musisi. Dia mendukung KPK membantu membenahi sistem pembayaran agar hak musisi tidak dirampas.
 
"Banyak bekingan-bekingan oknum yang dibayar lebih dari uang jaminan yang seharusnya terdapat dalam undang-undang. Ini merugikan pemusik, penyanyi, pencipta lagu karena melanggar hak cipta. Jangan begitu, karena itu perilaku tidak baik, yuk kita bikin bagus mentalitas bangsa ini," kata Darmadi.
 
Pembenahan sistem pembayaran royalti dinilai penting. Pasalnya, karya para musisi itu turut mendukung meningkatkan ekonomi kreatif dari sektor seni dan budaya di Indonesia.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif