Ferdy Sambo di PN Jaksel. Foto: MI/Susanto.
Ferdy Sambo di PN Jaksel. Foto: MI/Susanto.

Pengacara Menduga Pembunuhan Brigadir J Telah Dipersiapkan Sejak Lama

Imanuel R Matatula • 24 Januari 2023 04:16
Jakarta: Bergulirnya isu ‘gerakan bawah tanah’ yang mengatur putusan pengadilan terdakwa Ferdy Sambo dan terdakwa lain dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J semakin menguat. Kuasa Hukum Keluarga Brigadir Yosua, Kamarudin Simanjuntak menyebut, kematian Yosua telah dipersiapkan bahkan ada gladi resik pembunuhan.
 
Menurut Kamarudin, pembunuhan Yosua sudah dirancang jauh sebelum Putri Candrawati, Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf, dan mendiang Yosua pergi ke Magelang. Namun, Kamarudin tak menyebut siapa pihak yang disebut-sebut mengatur gladi resik tersebut.
 
“Mereka bersekongkol untuk membawa Yosua ke Magelang, kemudian yang di Jakarta melakukan gladi resik tentang bagaimana proses pembunuhan itu dilakukan,” kata Kamaruddin dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id Minggu, 22 Januari 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pakar Intelijen Soleman Ponto menduga, dari sudut pandang intelijen sudah ada indikasi terjadinya gerakan bawah tanah untuk mengatur putusan pengadilan Ferdy Sambo. Menurut Soleman, apa yang dilakukan oleh Ferdy Sambo telah memenuhi semua unsur tuntutan maksimal namun jaksa urung memberikan tuntutan maksimal.
 
Baca juga: Soal Kabar Gerakan Bawah Tanah Ferdy Sambo, Ini Respons Kompolnas

Menko Polhukam Mahfud MD pun buka suara soal mencuatnya isu ini. Mahfud meminta pihak yang mengetahui adanya gerakan bawah tanah untuk mengatur kasus Sambo agar melapor kepada pemerintah. Mahfud juga memastikan bahwa jaksa sudah bersikap independen dalam menjalankan tugasnya.
 
Sebelumnya, jaksa telah menyampaikan tuntutan kepada para terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua. Ferdy Sambo dituntut seumur hidup, dan Richard Eliezer dituntut 12 tahun penjara. Serta Putri Candrawati, Ricky Rizal dan Kuat Maruf masing masing 8 tahun penjara.
 
(MBM)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif