Tersangka Putri Candrawathi melakukan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. (Foto: MI/Susanto)
Tersangka Putri Candrawathi melakukan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. (Foto: MI/Susanto)

Polri Sulit Buktikan Pelecehan Seksual Putri Candrawathi di Magelang, Ini Alasannya

Patrick Pinaria • 06 September 2022 15:03
Jakarta: Komnas HAM dan Komnas Perempuan menduga adanya pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J) alias Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo Putri Candrawathi. Polri pun diminta untuk mendalami kasus tersebut.
 
Menurut Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah, peristiwa pelecehan seksual terhadap Putri terjadi di Magelang, Jawa Tengah. Brigadir J diduga memerkosa Putri berdasarkan hasil pemeriksaan istri eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo itu.

Penyelidikan harus didukung barang bukti


Usulan mengusut kasus pelecehan seksual itu tampaknya sulit dijalani Polri. Barang bukti menjadi alasannya. Menurut Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, pihaknya kesulitan membuktikan dugaan pelecehan seksual tersebut karena belum ada barang bukti.
 
"Apa pun yang dinarasikan bagi kami penyidik ya harus didukung alat bukti yang ada," ujar Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Selasa, 6 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Dugaan Pelecehan Seksual Putri Candrawathi Kembali Mencuat, Ini Alasannya 

Kejadian tidak dilaporkan ke Polres setempat 


Menurut Agus, seharusnya kejadian pelecehan seksual itu bisa dilaporkan ke pihak Polres setempat. Sehingga bisa digelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengambilan bukti.
 
"Sayangnya mereka tidak melaporkan kejadian tersebut kepada Kepolisian (Polres), sehingga tak ada olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengambilan bukti-bukti terkait kejadian tersebut," ungkap mantan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri itu.
 
Lebih lanjut, Agus meminta semua pihak menghindari informasi yang bersifat spekulasi dan asumsi tanpa bukti. Karena dapat membingungkan dan meresahkan masyarakat.
 
"Ikuti di persidangan karena mereka-mereka yang mengalami, melihat dan mendengar kejadian tersebut dari Magelang sampai dengan kejadian di Duran Tiga (Jakarta Selatan," tutur Agus.
 
(PAT)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif