Jakarta: Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) mengatakan ada alasan tersendiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil para petinggi Polri ke Istana Negara pekan lalu. Jokowi dinilai tengah berupaya mengembalikan kepercayaan publik kepada Polri.
Penilaian Lemkapi, Jokowi ingin Polri segera berbenah. Masyarakat dan polisi diminta mendukung agar keinginan Presiden terwujud.
"Banyak sekali sorotan terhadap kinerja Polri. Presiden ingin Polri ada perubahan. Presiden sudah memberikan perintah dari mulai peningkatan pelayanan sampai menghindari gaya hidup mewah. Itu poin yang harus diikuti Polri," kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan, Senin, 17 Oktober 2022.
Presiden mengumpulkan seluruh perwira Polri, yakni kapolda dan kapolres se-Indonesia di Istana Negara, akhir pekan lalu. Dalam pertemuan itu, Presiden menginstruksikan lima hal yang harus polisi jalankan untuk mengembalikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Presiden meminta polisi mengurangi gaya hidup mewah, menghapuskan pungutan liar, meningkatkan soliditas internal dengan TNI, menyamakan visi dan kebijakan organisasi, serta menjalankan penegakan hukum secara tegas antara lain terkait judi online dan narkoba.
"Saya kira dengan mengikuti instruksi Presiden, Polri akan semakin dipercaya masyarakat," ujar Edi.
Menurut Edi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah melakukan berbagai upaya agar masyarakat percaya dan mencintai Polri. Listyo tidak ragu menindak jenderal yang menyimpang, apalagi terlibat tindak pidana.
"Putusannya sangat tegas. Kalau ada pidana, ancamannya pemberhentian secara tidak hormat. Saya kira Kapolri tidak main-main dan kita sudah sepantasnya mendukung apa yang sudah menjadi kebijakan Kapolri. Penanganan transparan dan tindakan tegas pasti akan berdampak pada kepercayaan publik," kata Edi.
Baca: Kompolnas Bakal Pelototi Gaya Hidup Seluruh Anggota Polri
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni, dilansir dari Antara, menilai pemanggilan pejabat Polri ke Istana adalah momen historis yang patut mendapat apresiasi. Sahroni Juga memaknai pemanggilan ini karena kondisi darurat.
"Saya rasa ini adalah langkah yang pas karena memang jika melihat ke belakang, kepolisian secara menyeluruh harus diluruskan kembali pola pikir, pola kerja, dan pola komandonya. Jadi, pemanggilan ini adalah langkah yang sangat baik," ujar Sahroni.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan