Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jokdri Dikhawatirkan Kabur

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola
Cindy • 26 Maret 2019 16:21
Jakarta: Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Argo Yuwono menyebut penahanan pada eks Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) dilakukan lantaran Jokdri dikhawatirkan melarikan diri. Kemarin, usai diperiksa sebagai tersangka Jokdri ditahan.
 
"Alasan penahanan ya subjektivitas penyidik. Penyidik yang mempunyai kewenangan untuk menahan (Jokdri) agar tidak melarikan diri dan sebagainya," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 26 Maret 2019.
 
Hari ini, Jokdri masih diperiksa penyidik. Kondisi kesehatan Jokdri dinyatakan normal oleh Bid. Dokkes Polda Metro Jaya sehingga pemeriksaan lanjutan dilakukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masih (berlangsung pemeriksaan), tadi di dalam saat ditanya penyidik untuk berita acara lanjutan tambahan juga bisa menjawab dengan normal," ucap Argo.
 
Jokdri resmi ditahan pukul 14.00 WIB, Senin 25 Maret 2019, setelah pemeriksaan kelima oleh Satgas Anti Mafia Bola. Dia disebut kaget saat ditahan penyidik Satgas Anti Mafia Bola.
 
(Baca juga:Joko Driyono Ajukan Penangguhan Penahanan)
 
"Yang bersangkutan kaget (ditahan). Tetapi kondisinya normal setelah diperiksa Bid Dokkes Polda Metro Jaya, tidak masalah," kata Argo.
 
Jokdri dinilai terbukti memerintahkan tiga orang berinisial MM, MS dan AG untuk merusak barang bukti dan melewati garis polisi pada 14 Februari 2019. Dia juga terkait dengan kasus pengaturan skor di Liga 3 Indonesia.
 
"Jokdri menyuruh melakukan perusakan, memasuki area yang sudah tidak boleh orang masuk. Kemudian mengambil beberapa dokumen-dokumen," jelas Argo.
 
Jokdri dijerat pasal berlapis yakni Pasal 363 KUHP, terkait pencurian dan pemberatan, Pasal 232 KUHP tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan. Serta Pasal 233 KUHP terkait perusakan barang bukti dan Pasal 235 KUHP tentang perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di Pasal 232 dan 233 KUHP.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif