pengadilan negeri Jakarta selatan.
pengadilan negeri Jakarta selatan.

Sidang Putusan Praperadilan Kasus Kondensat Digelar Hari Ini

Nasional kasus tppi
Fachri Audhia Hafiez • 26 Februari 2019 10:30
Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan hari ini akan menggelar sidang putusan praperadilan kasus dugaan korupsi kondensat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).
 
Perkara dengan nomor 04/Pid.Pra/2019/PNJAKSEL ini akan dipimpin hakim tunggal Sudjarwanto, dengan panitera pengganti, Yustitin. Sidang rencananya dimulai sekitar pukul 10.30 WIB di ruang sidang V HR Purwoto S. Gandasubrata PN Jakarta Selatan.
 
"Praperadilan tidak majelis. Hakim tunggal," kata Humas PN Jakarta Selatan, Achmad Guntur kepada Medcom.id, Selasa, 26 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) selaku pihak yang mengajukan praperadilan menilai penanganan kasus ini berjalan lambat dan terkesan tidak serius. Padahal perkara ini telah dinyatakan lengkap atau P21.
 
Kasus korupsi kondensat seolah jalan di tempat. Musababnya, Bareskrim belum bisa menghadirkan Presiden Direktur PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Honggo Wendratno yang masih buron.
 
Dua tersangka lainnya, yakni Kepala Badan Pelaksanan Kegiatan Usaha BP Migas Raden Priyono dan mantan Deputi Finansial BP Migas Djoko Harsono juga masih menghirup udara bebas. Keduanya batal ditahan setelah Bareskrim urung melimpahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan.
 
Kasus ini bermula ketika SKK Migas menunjuk langsung PT TPPI sebagai pihak penjual kondensat pada Oktober 2008. Perjanjian kontrak kerja sama kedua institusi itu baru ditandatangani Maret 2009.
 
Baca: Kejagung Petimbangkan Mengadili Kasus Kondensat Tanpa Dihadiri Terdakwa
 
Dalam kontrak, PT TPPI harus menjual kondensat pada PT Pertamina. Tapi belakangan diketahui PT TPPI tidak menjual kondensat ke Pertamina melainkan ke pihak lain.
 
Proses tersebut diduga melanggar keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.
 
Selain itu, tindakan ini tak sesuai Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BPO0000/2003-SO tentang Pembentukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.
 
Berdasarkan perhitungan BPK, kerugian negara mencapai USD2,716 miliar. Dari kasus ini telah disita sejumlah dokumen serta aset berupa tanah dan bangunan yang berada di kawasan TPPI di Jalan Tanjung Dusun Awar-awar, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
 
Para tersangka yakni Kepala Badan Pelaksanan Kegiatan Usaha BP Migas Raden Priyono dan mantan Deputi Finansial BP Migas Djoko Harsono juga Presiden Direktur PT TPPI Honggo Wendratno dijerat Pasal 2 atau Pasal 3 UU Nomor 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31/1999 tentang Tipikor.
 

(FZN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif