Rocky Gerung berjabat tangan dengan Tompi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)
Rocky Gerung berjabat tangan dengan Tompi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)

Rocky Gerung dan Tompi Bersaksi untuk Ratna Sarumpaet

Nasional Kabar Ratna Dianiaya
Ilham Pratama Putra • 23 April 2019 10:26
Jakarta: Aktivis Rocky Gerung dan Dokter Spesialis Bedah Plastik Tompi memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk bersaksi dalam sidang terdakwa kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet. Keduanya sempat tak hadir pada dua panggilan sebelumnya.
 
"Ya, biasa saja kan (tidak bisa hadir). Enggak sakit. Gue masih di hutan, masih di gunung," kata Rocky Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, 23 April 2019.
 
Berbeda dengan Rocky, Tompi mengaku tak dapat memenuhi panggilan JPU lantaran tengah bekerja di luar kota. Ia mengatakan tengah menjalani proses syuting.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya enggak bisa (hadir) karena pemberitahuannya mendadak. Saya lagi syuting film kemarin, enggak di Jakarta soalnya," kata Tompi.
 
Rocky tiba di PN Jakarta Selatan pukul 08.48 WIB berbusana kemeja biru. Empat menit berselang, Tompi memasuki PN Jakarta Selatan dengan kemeja biru gelap dan menggunakan topi.
 
Baca juga:Ratna Sarumpaet Menilai Rocky Gerung Tak Perlu Bersaksi
 
Mereka berdua pun menyatakan siap untuk memberi kesaksian pada persidangan Ratna Sarumpaet. Koordinator JPU Daroe menyebut kehadiran Rocky dan Tompi dibutuhkan untuk memperkuat dakwaan yang disangkakan pada Ratna.
 
Kasus hoaks Ratna bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak di kenal di Bandung, Jawa Barat. Ratna kemudian mengakui kabar itu tak benar. Mukanya lebam karena menjalani operasi plastik.
 
Ratna ditahan setelah ditangkap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 4 Oktober 2018 malam. Saat itu, Ratna hendak terbang ke Chile.
 
Akibat perbuatannya, Ratna didakwa melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif