Masa Tahanan Fayakhun Diperpanjang
Anggota DPR Fraksi Golkar Fayakhun mengenakan rompi tahanan KPK. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen
Jakarta: Masa penahanan anggota DPR RI Fayakhun Andriadi (FA) diperpanjang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tersangka kasus dugaan suap pengurusan anggaran satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun anggaran 2016 ini akan kembali mendekam di bui selama 40 hari ke depan.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan terhadap FA," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 13 April 2018.

Febri mengatakan, perpanjangan penahanan politikus Partai Golkar ini terhitung sejak 17 April sampai dengan 26 Mei 2018. Masa tahanan diperpanjang demi kepentingan penyidikan.


Baca: KPK Tahan Fayakhun

KPK menetapkan anggota Komisi I DPR Fayakhun Andriadi (FA) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan anggaran pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun anggaran 2016.

Fayakhun diduga kuat menerima fee sebanyak Rp12 miliar atas kepengurusan anggaran Bakamla senilai Rp1,2 triliun itu. Tak hanya fee dalam bentuk rupiah, Fayakhun diduga menerima uang sebanyak USD300 ribu dari proyek tersebut.

Uang diterima Ketua DPD Partai Golkar DKI itu dari Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah. Uang diberikan secara bertahap sebanyak empat kali melalui anak buahnya Muhammad Adami Okta.

Atas perbuatannya, Fayakhun disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id