Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Stephanus Roy Rening. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Stephanus Roy Rening. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Lukas Enembe Minta Pemeriksaannya oleh KPK Ditunda

Fachri Audhia Hafiez • 23 September 2022 20:59
Jakarta: Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening, menyampaikan kliennya tidak bisa hadir pada pemeriksaan yang dijadwalkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 26 September 2022. Kondisi kesehatan Lukas diklaim menurun.
 
"Tadi dokter pribadi (Enembe) juga sudah menyampaikan langsung ke Direktur Penyidikan Asep Guntur bahwa bapak enggak memungkinkan untuk hadir hari Senin," kata Stefanus di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 23 September 2022.
 
Ia menghindari sangkaan bahwa Lukas tidak kooperatif. Stefanus dan timnya pun melaporkan ketidakhadiran Lukas ke KPK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi kami minta agar Pak Gubernur tetap kooperatif, makanya kita datang lebih awal untuk menyampaikan itu karena perkembangan kesehatan Pak Gubernur menurut dokter sudah agak menurun," ujar Stefanus.
 
Dokter pribadi Lukas, Aanton Monte, mengungkapkan kliennya mesti menjalani perawatan di Singapura. Lukas diketahui sedang berada di negeri tersebut.
 
"Surat-surat dari Singapura, rekam medis sudah disampaikan kepada tim KPK, semoga tim KPK memberi ruang untuk memberikan kesempatan kepada beliau untuk mendapatkan pelayanan kesehatan," ucap Stefanus. 

Baca: Warga Papua Tetap Miskin Meski Dapat Dana Otsus Rp1.000,7 Triliun, Apa Penyebabnya?


Lukas sejatinya sudah dipanggil KPK pada 12 September 2022. Dia mangkir dalam pemeriksaan perdananya saat penyidik sudah melakukan penjemputan bola ke Papua.
 
Lembaga Antikorupsi lantas memberikan surat panggilan kedua kepada Lukas. Dia bakal dimintai keterangan di Gedung Merah Putih KPK pada Senin, 26 September 2022.
 
Lukas diminta beradu argumen dengan penyidik jika merasa tidak bersalah saat pemeriksaan di Jakarta pekan depan. Berdebat dengan penyidik dinilai bisa meluruskan perkara ketimbang membuat narasi tidak bersalah di muka umum.

Baca: Wapres: Semua Orang Harus Patuh Hukum, Termasuk Lukas Enembe


Di sisi lain, KPK menyebut dugaan rasuah yang menyeret Gubernur Papua Lukas Enembe bukan cuma satu kasus. Seluruh dugaan korupsi itu tengah diusut KPK.
 
"Beberapa perkara, yang sedang ditangani menyangkut LE (Lukas Enembe) bukan hanya satu ya. ada beberapa sedang kita tangani," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto di Jakarta, Rabu, 21 September 2022.
 
Karyoto enggan memerinci kasus yang menyeret Lukas. Informasi terkait dugaan rasuah yang dilakukan Lukas didapatkan dari banyak pihak.
 
"Nanti dikaitkan dengan beberapa laporan masyarakat dari dumas (pengaduan masyarakat), yang menyangkut tentang di Papua dan dikaitkan dengan PPATK yang ada," ujar Karyoto.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif