Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra. - Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra. - Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Empat Korban Kerusuhan Mei Terkena Peluru Tajam

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Theofilus Ifan Sucipto • 18 Juni 2019 00:53
Jakarta: Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengungkapkan empat dari sembilan orang yang meninggal saat kerusuhan 21 dan 22 Mei 2019 terkena peluru tajam. Kepolisian masih mendalami kasus tersebut.
 
"Dari sembilan orang hasilnya empat orang meninggal karena adanya peluru tajam," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 17 Juni 2019.
 
Baca juga:Peluru Tajam di Kerusuhan 22 Mei Disebut Bukan Standar Polri

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Asep menjelaskan hal itu didapat dari hasil otopsi Tim Investigasi Gabungan Mabes Polri terhadap empat jenazah. Kepolisian telah mengamankan dua peluru tajam yang bersarang di tubuh jenazah atas nama Farhan dan Abdul Aziz. Peluru itu bakal diuji balistik oleh kepolisian.
 
Sementara itu, lanjut Asep, lima jenazah lainnya belum diotopsi lantaran sudah diambil oleh keluarganya. Dari lima jenazah tersebut, empat di antaranya diduga kuat tewas akibat peluru tajam juga.
 
Baca juga:Peluru yang Menewaskan Korban Kerusuhan Diyakini Bukan Milik Polri
 
Hasil itu didapat dari proses visum luar. Asep menyebut tidak ada tembakan ganda atau berulang pada lima korban yang diduga perusuh.
 
"Sedangkan satu orang lainnya diduga tewas akibat kekerasan benda tumpul," tutur Asep.
 
Dia menjelaskan telah mengungkap lokasi tewasnya kelima jenazah tersebut. Mereka ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang sama yaitu di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
 
"Kita menduga keras itu pelaku perusuh. Para korban ditemukan di TKP tersebut," ujar Asep.
 
Dia menyebut kepolisian bakal terus menyelidiki kasus tersebut. Dalam prosesnya, kata Asep, kepolisian bekerja sama dengan pihak lain seperti Ombudsman, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham).
 
Tim Investigasi Gabungan Mabes Polri masih terus menyelidiki penyebab kematian sembilan orang saat kerusuhan 21-22 Mei. Tim fokus menggali tempat kejadian perkara (TKP) kesembilan korban tewas.
 
"Jadi kita menelusuri kembali di mana korban itu jatuh dan meninggal dunia. Ini menjadi penting sebagai titik awal penyelidikan kita, di mana kejadiannya, seperti apa peristiwanya, dan saksi-saksinya," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra di di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Juni 2019.
 
Lanjutnya, penyebab meninggalnya korban sedang ditelusuri. Butuh olah TKP dan keterangan beberapa saksi di TKP untuk kemudian diketahui penyebab pasti tewasnya para korban.
 
"Yang utama sekali kita harus berangkat dari TKP. Kita harus tahu dulu TKP-nya di mana. Dari situ kita mengembangkan saksi yang lihat, tahu, dan dengar," jelas Asep.

 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif