Menkumham Yasonna Laoly. Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Menkumham Yasonna Laoly. Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.

Peluru Tajam di Kerusuhan 22 Mei Disebut Bukan Standar Polri

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Arga sumantri • 14 Juni 2019 02:42
Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly mengakui sejumlah korban tewas dalam kerusuhan 21-22 Mei lalu akibat peluru tajam. Namun, Yasonna menyebut peluru tajam yang ditemukan bukan standar milik institusi Polri.
 
"Peluru tajam, polisi juga mengakui peluru tajam. Tetapi peluru tajamnya bukan standar Polri,” kata Yasonna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Yasonna sendiri meragukan temuan peluru tajam itu milik aparat. Sebab, anggota Polri dan TNI yang bertugas di sekitar lokasi kerusuhan hanya diperbolehkan membawa peluru karet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Polri dan TNI diperintahkan tidak boleh bawa senjata (peluru) tajam, hanya peluru karet" kata politikus PDI Perjuangan itun
 
Yasonna menilai masalah temuan peluru tajam ini harus segera diklarifikasi. Ia menyarankan Polri segera memberikan penjelasan kepada publik. Di sisi lain, Yasonna juga meminta masyarakat dapat mengawasi penyelesaian masalah ini lewat Komisi III DPR.
 
"Tapi sudahlah serahkan ke polisi untuk menjelaskan kepada publik. Kita semua awasi secara konstitusional, Komisi III mengawasi," ungkapnya.
 
Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut ada temuan dua peluru tajam dari korban tewas kerusuhan 22 Mei. Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan temuan ini sedang ditindaklanjuti.
 
"Makanya harus dicari siapa yang menembakkan peluru tajam itu," kata Taufan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Taufan menjelaskan, ada delapan orang yang dinyatakan meninggal akibat kerusuhan. Dari delapan orang itu, empat korban di antaranya dilakukan autopsi.
 
"Dan hanya 2 didapati pelurunya, saya kira semua bisa meyakini bahwa itu pasti karena peluru tajam," ucap Taufan.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif