Warga melintas di depan Kantor First Travel Building atas nama Andika di jalan Radar Auri, Depok, Jawa Barat, Rabu (20/11/2019). ANT/Asprilla Dwi Adha.
Warga melintas di depan Kantor First Travel Building atas nama Andika di jalan Radar Auri, Depok, Jawa Barat, Rabu (20/11/2019). ANT/Asprilla Dwi Adha.

Kejaksaan Agung Konsisten Membela Korban First Travel

Nasional kemelut first travel
Theofilus Ifan Sucipto • 22 November 2019 02:56
Jakarta: Kejaksaan Agung bersikeras mengembalikan aset First Travel pada jemaah. Mereka mengaku telah memiliki strategi.
 
“Kita tetap konsisten meminta barang bukti dikembalikan pada yang berhak yaitu jemaah,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Mukri di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis 21 November 2019.
 
Mukri menyebut Kejagung telah memiliki opsi untuk mengembalikan aset pada jemaah. Namun dia belum mau membeberkan dengan alasan harus menjadi kebijakan pimpinan lebih dulu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kita berharap seperti itu (dikembalikan). Makanya kita melakukan upaya-upaya,” ujarnya.
 
Sementara itu, Mukri menghormati putusan Mahkamah Agung (MA). Menurut dia, perbedaan pendapat dan pandangan hal lumrah.
 
“Itu hak majelis hakim,” ucap Mukri.
 
Sebelumnya, Mahkamah Agung MA memutuskan seluruh harta dan aset First Travel diserahkan ke negara bukan ke calon jemaah. Putusan ini diyakini telah sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
 
Putusan bersamaan dengan putusan yang menyatakan pemilik First Travel, yakni Andika Surachman dan Anniesa Devitasari Hasibuan, terbukti bersalah melakukan penipuan dan penggelapan. Keduanya divonis masing-masing 20 tahun penjara dan 18 tahun penjara.
 
Jumlah korban penipuan umrah First Travel lebih dari 63 ribu orang. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp905 miliar.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif