Kabag Penum Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono. Medcom/Whisnu Mardiansyah.
Kabag Penum Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono. Medcom/Whisnu Mardiansyah.

Polri Selidiki Rekam Jejak Kekerasan Seksual Reynhard di Indonesia

Nasional Reynhard Sinaga
Whisnu Mardiansyah • 07 Januari 2020 16:39
Jakarta: Mabes Polri berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London terkait kasus pemerkosaan yang dilakukan Reynhard Sinaga. Polisi menyelidiki kasus kekerasaan yang pernah dilakukan Reynhard di Indonesia.
 
"Sedang kita cek, sedang kita komunikasikan dengan KBRI catatan dari pada yang bersangkutan seperti apa, nanti akan kita komunikasikan," kata Kabag Penum Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono di PTIK Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Januari 2019.
 
Polri sudah menerima informasi vonis hukuman yang dijatuhkan kepada Reynhard. KBRI juga telah memfasilitasi keluarga yang ingin mendampingi Reynhard selama proses hukum berlangsung di Inggris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apa pun ceritanya dia adalah warga negara kita yang perlu pendampingan di dalam pelaksanaan menjalani hukumannya," jelas Argo.
 
Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga, seorang warga negara Indonesia divoniis penjara seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris. Reynhard didakwa memerkosa 190 laki-laki di Inggris.
 
KBRI London mengaku telah menangani kasus Reynhard sejak tahun 2017. Berdasarkan keterangan tertulis Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha yang diterima Medcom.id, Senin 6 Januari 2020, proses persidangan Reynhard telah berlangsung dalam empat tahap.
 
Dalam persidangan terakhir, hakim memutuskan hukuman penjara selama 30 tahun. Dalam sidang tahap 1-4, Reynhard dinyatakan terbukti bersalah atas 159 dakwaan.
 
Hakim memerinci dakwaan Reynhard, yakni tindakan pemerkosaan sebanyak 136 kali, usaha pemerkosaan 8 kali, kekerasan seksual 13 kali dan kekerasan seksual dengan penetrasi 2 kali.
 
"Perlindungan hukum yang dilakukan KBRI London dalam bentuk memastikan RS mendapat pengacara, dan juga mendampingi selama rangkaian persidangan. Pelindungan non-litigasi dilakukan dalam bentuk kunjungan kekonsuleran selama RS di penjara, dan memfasilitasi pertemuan serta komunikasi keluarga dengan RS dan pengacara," ujar Dir PWNI Kemenlu RI.
 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif