Juru kampanye nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno Lieus Sungkharisma. MI/Bary Fathahilah.
Juru kampanye nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno Lieus Sungkharisma. MI/Bary Fathahilah.

Elite Gerindra Jadi Penjamin Penangguhan Penahanan Lieus

Nasional kasus makar pemilu serentak 2019
Siti Yona Hukmana • 03 Juni 2019 11:47
Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menjadi penjamin dalam pengajuan penangguhanan penahanan Lieus Sungkharisma. Tersangka dugaan makar dan penyebaran berita bohong (hoaks) itu mengajukan diri menjadi tahanan kota.
 
"Kami ajukan penangguhan penahanan untuk Pak Lieus, penjaminnya Pak Sufmi Dasco. Bisa jadi dikabulkan, karena penjaminnya," kata Kuasa Hukum Lieus, Hendarsam Marantopo, kepada Medcom.id, Senin, 3 Juni 2019.
 
Hari ini, Hendarsam mengatakan Dasco tengah menjenguk Lieus di ruang tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit-Tahti) Polda Metro Jaya. Usai menjenguk, Dasco dan tim kuasa hukum Lieus akan menyerahkan surat permohonan penangguhanan tahanan kepada penyidik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain Lieus, Hendarsam mengaku juga akan mengajukan penangguhan penahanan Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya. Mustofa adalah tersangka ujaran kebencian dan SARA yang ditahan di Bareskrim Polri.
 
"Setelah ini kita ke Bareskrim Mabes Polri mengajukan penangguhan untuk Pak Mustofa," tuturnya.
 
Selain itu, kata dia, penangguhan penahanan bakal diajukan pula terhadap 58 orang yang ditangkap saat kerusuhan demonstrasi penolakan hasil Pemilu pada 21-22 Mei 2019. Total 58 orang ditahan di Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat usai kerusuhan. "Polda Metro Jaya 34 orang (ditahan), Polres Jakbar 24 orang (ditahan)," bebernya.
 
Baca: Lieus Sungkharisma Ditahan
 
Juru Kampanye Nasional BPN, Lieus ditetapkan sebagai tersangka pada Minggu, 19 Mei 2019 malam. Kemudian ditangkap pada Senin, 20 Mei 2019 pukul 05.00 WIB di Apartemen Hayam Wuruk, Jakarta Barat.
 
Lieus diduga telah melakukan penyebaran berita bohong atau hoaks dan makar. Kini Lieus masih diperiksa peyidik.
 
Lieus disangkakan melanggar Pasal 14 dan atau Pasal 1 serta Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87, dan atau Pasal 163 juncto Pasal 107 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Lieus terancam hukuman 15 tahun penjara hingga seumur hidup.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif