Pengancam Presiden Jokowi. Foto: Istimewa.
Pengancam Presiden Jokowi. Foto: Istimewa.

Pengancam Pembunuh Jokowi dan Wiranto Ditangkap

Nasional kasus makar
Siti Yona Hukmana • 24 Mei 2019 20:20
Jakarta: Pria yang mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto ditangkap. Dia tengah diperiksa intensif penyidik Polda Metro Jaya.
 
"Iya sudah ditangkap," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.
 
Video ancaman ini beredar di Twitter dan WhatsApp. Video tersebut menayangkan dua orang pria. Satu pria mengenakan pakaian putih dan bersorban hijau yang diikat di kepala. Pria lainnya mengenakan jaket kulit dan sorban berwarna gelap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Video berdurasi 53 detik itu berisi ancaman kepada Jokowi dan Wiranto. Ancaman diucapkan oleh pria bersorban hijau. Sementara itu, pria yang bersorban gelap berperan sebagai perekam video dengan mode vlog.
 
"Yang ditangkap pakai sorban hijau," ujar Argo.
 
Argo belum bisa menerangkan lebih rinci terkait kronologi penangkapan. Polisi masih fokus memerika pelaku.
 
Sebelumnya, Relawan Joko Widodo, C Suhadi, melaporkan seseorang yang mengancam akan membunuh Jokowi dan Wiranto ke polisi. Ketua Umum Negeriku Indonesia Jaya (Ninja) itu memperkarakan pengancam dengan tuduhan makar.
 
Baca: Pengancam Penggal Kepala Memohon Maaf kepada Jokowi
 
"Saya sebagai bangsa enggak senang Kepala Negara dicaci maki. Sebagai rakyat dan relawan Jokowi saya tidak suka Presiden dicaci begitu, apalagi diancam mau dibunuh dan sebagainya," kata Suhadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.
 
Suhadi membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada Rabu, 22 Mei 2019. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/3212/V/2019/PMJ/ Dit Reskrimum. Pasal yang disangkakan ialah makar atau pemufakatan jahat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP.
 
"Saya melaporkan berkaitan makar karena itu ada kata-kata bunuh Presiden. Ada beberapa pasal lain juga saya laporkan," beber dia.
 
Dalam laporan Suhadi menyertakan barang bukti berupa video. Ia mengaku pertama kali mendapatkan video dari grup perpesanan WhatsApp.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif