Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar usai diperiksa KPK. Foto: Dok/Juven Martua Sitompul
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar usai diperiksa KPK. Foto: Dok/Juven Martua Sitompul

Sekjen DPR 'Digarap' Terkait Suap Impor Bawang Putih

Nasional kasus suap Impor Bawang Putih
Candra Yuri Nuralam • 15 November 2019 10:41
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar. Dia akan diperiksa terkait kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih.
 
"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IND (eks anggota Komisi VI I Nyoman Dhamantra)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, 15 November 2019.
 
KPK menetapkan I Nyoman sebagai tersangka. Politikus PDI Perjuangan itu dijerat bersama lima orang lainnya, yakni Mirawati Basti dan empat pihak swasta Elviyanto, Chandry Suanda, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dhamantra diduga meminta fee Rp3,6 miliar untuk membantu Chandry dan Doddy mengurus rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan surat persetujuan impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Keduanya terlebih dulu bertemu Mirawati serta swasta Elviyanto guna memuluskan urusan impor itu.
 
Dalam kesepakatan itu, Dhamantra mematok komitmen fee Rp1.700-Rp1.800 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor. Sementara itu, kuota impor bawang putih untuk 2019 sebesar 20 ribu ton.
 
Dhamantra diduga baru menerima uang Rp2 miliar dari kesepakatan itu. Uang itu diterimanya melalui rekening transfer money changer.
 
Chandry, Doddy, dan Zulfikar sebagai penyuap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sedangkan Dhamantra, Mirawati, dan Elviyanto sebagai penerima sogokan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif