Sidang pembacaan dakwaan terhadap tiga penyuap anggota Komisi VI DPR periode 2014-2019, I Nyoman Dhamantra. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pembacaan dakwaan terhadap tiga penyuap anggota Komisi VI DPR periode 2014-2019, I Nyoman Dhamantra. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Tiga Pengusaha Didakwa Menyuap Politikus PDIP Rp3,5 Miliar

Nasional OTT KPK Impor Bawang Putih
Fachri Audhia Hafiez • 28 Oktober 2019 18:23
Jakarta: Direktur PT Cahaya Sakti Agro (CSA) Chandry Suanda alias Afung, Direktur PT Sampico Adhi Dody Wahyudi, dan wiraswasta Zulfikar didakwa menyuap I Nyoman Dhamantra, selaku eks anggota Komisi VI DPR. Ketiganya menyuap politikus PDIP itu sebesar Rp3,5 miliar terkait impor bawang putih.
 
"Para terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa, sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan berlanjut, memberi atau menjanjikan sesuatu," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Takdir Suhan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 28 Oktober 2019.
 
Jaksa Takdir mengungkapkan perbuatan itu melibatkan orang kepercayaan Dhamantra, Mirawati Basri, dan Elviyanto. Suap tersebut dimaksudkan agar Dhamantra mengupayakan pengurusan suap impor bawang putih di Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perbuatan suap itu dinilai bertentangan dengan jabatan Dhamantra selaku anggota DPR. "Dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya," ujar Jaksa Takdir.
 
Perkara ini bermula saat Afung dan Doddy berniat mengajukan kuota impor bawang putih pada 2018. Afung mengajukan sebagai perusahaan importir yang bekerja sama dengan PT Pertani sebagai penyedia wajib tanam 5 persen untuk memperoleh rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian.
 
"Kementerian perdagangan menerbitkan surat persetujuan impor (SPI) bawang putih sebesar 20 ribu ton kepada PT CSA (perusahaan Afung)," ujar Jaksa Takdir.
 
Awal 2019, Afung bernafsu kembali mengajukan kuota impor. Padahal, ia sebelumnya gagal menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada PT Pertani wajib tanam yang dilaksanakan PT Pertani pada 2018.
 
Pada Januari 2019, Dody Wahyudi menemui Dhamantra guna menanyakan cara mengurus kuota impor bawang putih. Dhamantra menggiring Dody untuk menanyakan perihal impor kepada Mirawati.
 
Dody kemudian menyampaikan kepada Afung dia telah punya 'jalan pintas' untuk pengurusan impor bawang putih. Dody bertemu dengan Zulfikar, Mirawati Basri, Elviyanto, Indiana alias Nino dan Ahmad Syafiq, guna membicarakan surat pengurusan impor.
 
Dalam pertemuan itu disepakati commitment fee terkait kepengurusan impor bawang putih senilai Rp3,5 miliar. Uang itu dikirim secara bertahap melalui money changer dan rekening Bank BCA.
 
Atas perbuatannya, Afung, Dody dan Zulfikar didakwa melanggar Pasal 5 atau Pasal 13 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif