Jozeph Paul Zhang yang mengaku nabi ke-26. YouTube
Jozeph Paul Zhang yang mengaku nabi ke-26. YouTube

Buru Paul Zhang, Polri Gandeng Jerman dan Belanda

Nasional media sosial polri Penegakan Hukum ujaran kebencian Penodaan Agama
Siti Yona Hukmana • 01 Mei 2021 04:10
Jakarta: Polri terus mencari keberadaan tersangka kasus pelecehan agama dan ujaran kebencian Shindy Paul Soerjomoeljono alias Jozeph Paul Zhang (JPZ). Pemburuan Paul berkoordinasi dengan Central Authority European.
 
"Terutama Jerman dan Belanda untuk mencari keberadaaan JPZ," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 30 April 2021.
 
Ramadhan mengatakan koordinasi dilakukan untuk melengkapi administrasi permohonan ekstradisi atas nama Jozeph Paul Zhang. Menurut dia, Paul bisa langsung ditangkap ketika keberadaannya ditemukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lalu, dideportasi ke Indonesia ketika permintaan ekstradisi kita dikabulkan," ujar Ramadhan.
 
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dan Divisi Hubungan Internasional Polri melakukan rapat siang tadi. Rapat itu dilakukan bersama Direktorat Otoritas Pusat dan Hubungan Internasional (OPHI) serta Direktorat Jendral Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
 
"Hasil rapatnya adalah mengirimkan permohohan ekstradisi atas nama JPZ," kata Ramadhan.
 
Baca: Paul Zhang Terendus Berada di Jerman Atau Belanda
 
Keberadaan Paul terendus antara di Jerman dan Belanda. Polri menggandeng Kemenkumham serta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengajukan penerbitan red notice terhadap Paul, pencabutan paspor, hingga ekstradisi.
 
Video unggahan Jozeph Paul Zhang viral di kanal YouTube miliknya. Dia mengaku sebagai nabi ke-26 dan menghina Nabi Muhammad SAW.
 
Paul Zhang juga sesumbar tidak takut dilaporkan ke polisi. Dia menjanjikan uang Rp1 juta bagi mereka yang bisa melaporkannya.
 
Dalam video berdurasi hampir tiga jam tersebut, ia juga melecehkan Allah SWT. Dia juga menyinggung ibadah puasa.
 
Husin Shahab melaporkan video itu ke polisi. Laporan diterima dengan nomor LP/B/0253/IV/2021/BARESKRIM, pada 17 April 2021.
 
Paul disangkakan Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif