Penetapan tersangka baru kasus kebakaran Lapas Tangerang. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Penetapan tersangka baru kasus kebakaran Lapas Tangerang. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Korsleting di Lapas Tangerang Akibat Kesalahan Pemasangan Instalasi Listrik

Siti Yona Hukmana • 29 September 2021 13:34
Jakarta: Polisi memastikan penyebab kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tangerang akibat korsleting listrik. Korsleting terjadi lantaran pemasangan listrik tak sesuai.
 
"Jadi, kalau kita dulu pernah belajar, kuatnya arus itu voltase dibagi dengan hambatan. Hambatannya tidak mencukupi, sehingga arus tidak terkendali," papar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 29 September 2021.
 
Tubagus menjelaskan hambatan terjadi karena kapasitas tidak sesuai antara kabel dan arus listrik. "Mengakibatkan arus listrik tidak terkendali dengan hambatannya. Apa yang terjadi dengan itu? Menimbulkan panas atau percikan api, itu penyebabnya (kebakaran)," beber Tubagus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Instalasi listrik dipasang oleh seorang warga binaan berinisial JMN. Dia bukan ahli dalam pemasangan instalasi listrik.
 
Penyidik juga menemukan pemasangan instalasi acak-acakan dan tidak terkontrol melalaui Miniatur Circuit Break (MCB). "Biasanya kalau sudah masuk pada MCB, ketika terjadi percikan, ketika terjadi korsleting arus tidak terkendali, maka MCB akan turun," jelas Tubagus.
 
Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kasus kebakaran yang menewaskan 49 narapidana tersebut. Mereka ialah JMN, seorang petugas lapas berinisial PBB, dan Kepala Sub Bagian Umum Lapas Klas 1 Tangerang, RS.
 
JMN dinilai lalai memasang instalasi listrik. Sementara itu, PBB merupakan orang yang meminta JMN memasang instalasi listrik.  
 
Ketiga tersangka dijerat Pasal 188 Jo Pasal 55 dan 56 KUHP tentang Kealpaan yang Mengakibatkan Kebakaran. Pelaku terancam lima tahun penjara.
 
Baca: 1 Warga Binaan dan 2 Pegawai Lapas Tangerang Jadi Tersangka Kebakaran
 
 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif