Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Predator Anak Asal Prancis Tak Mengalami Depresi

Nasional kekerasan seksual anak pedofilia
Siti Yona Hukmana • 14 Juli 2020 15:31
Jakarta: Motif predator anak asal Prancis, Francois Abello Camille, mengakhiri hidupnya, diselidiki. Tditemukan tanda-tanda yang memicu Francois bunuh diri.
 
"Enggak ada yang aneh, enggak ada (kelihatan depresi)," kata Wakil Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya Kompol Ervin saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2020. 
 
Dia juga menyebut tak ada kejanggalan di sekitar sel Francois. Penjaga tak mendengar apa pun saat percobaan bunuh diri pada Kamis malam, 9 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Enggak ada (teriakan)," ujar Ervin.
 
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana merilis kasus Francois pada Kamis sore, 9 Juli 2020. Dalam pengungkapan kasus, Francois tampak menggeleng-gelengkan kepala. Namun, tak diketahui motif Francois saat menggelengkan kepala.
 
Warga negara asing (WNA) itu melakukan percobaan bunuh diri pada malam hari usai pengungkapan. Dia mengikat leher menggunakan kabel dan mendapat perawatan di RS Polri Kramat Jati. Francois dinyatakan meninggal pada Minggu pukul 20.00 WIB, 12 Juli 2020. 
 
Baca: Predator Anak Asal Prancis Bunuh Diri
 
Warga negara asing (WNA) itu diduga telah mengeksploitasi secara ekonomi dan seksual atau child sex groomer. Dia beraksi sejak Desember 2019 hingga Juni 2020 dengan total korban mencapai 305 orang.
 
Warga Prancis itu dijerat pasal berlapis. Dia diduga bersetubuh dengan anak di bawah umur dalam sesuai Pasal 81 juncto 76D Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara paling singkat lima tahun dan maksimal 15 tahun serta denda maksimal Rp5 miliar.
 
Dia juga dianggap bersetubuh dengan anak di bawah umur dengan korban lebih dari satu sesuai Pasal 81 ayat (5) juncto 76D UU Nomor 1 Tahun 2016. Ancaman hukumannya pidana mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun, serta dapat dikenai kebiri kimia.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif