Buronan kasus korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali Djoko Tjandra. MI/Soleh
Buronan kasus korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali Djoko Tjandra. MI/Soleh

Kejagung Punya Kesempatan Emas Menangkap Djoko Tjandra

Nasional kasus korupsi
Candra Yuri Nuralam • 30 Juni 2020 11:28
Jakarta: Buronan kasus korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali Djoko Tjandra dikabarkan sudah berada di Indonesia tiga bulan terakhir. Kejaksaan Agung diminta memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.
 
"Kalau masuk ke dalam negeri tinggal menangkap saja, karena warga negara apa pun jika berdasarkan putusan pengadilan Indonesia sudah dihukum harus dieksekusi," kata pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar kepada Medcom.id, Selasa, 30 Juni 2020.
 
Djoko sudah 11 tahun buron. Dia mengganti kewarganegaraan menjadi warga negara Papua Nugini sejak 2009.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fickar menilai tak gampang menangkap warga negara asing di negaranya. Penangkapan tersangka di luar negeri hanya bisa dilakukan dengan orang berstatus warga negara Indonesia (WNI).
 
(Baca: Siapa Djoko Tjandra)
 
"Itu dasarnya prinsip hukum intetmasional, maka tidak bisa langsung berlaku dan harus bekerja sama dan seizin aparatur hukum setempat," ujar Fickar.
 
Dia menjelaskan izin kerja sama penegak hukum Indonesia di luar negeri tak selalu ada di setiap negara. Fickar mengatakan harus ada mutual legal asistance (MLA) untuk menangkap buronan berstatus WNA di negeri asalnya.
 
Djoko juga disebut pernah pindah ke Singapura pada 2016. Fickar menyebut penangkapan di Singapura lebih sulit lagi dijangkau Indonesia.
 
"Kita tidak punya perjanjian ekstradisi di Singapura, karena itu banyak sekali 'buronan' yang berinvestasi di Singapura," tutur Fickar.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif