Ilustrasi hoaks - Medcom.id/Antonio.
Ilustrasi hoaks - Medcom.id/Antonio.

175 Konten Hoaks Ditemukan Sepanjang Januari

Antara • 06 Februari 2019 08:50
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentiifikasi 175 konten hoaks selama Januari 2019. Beragam isu bohong menyebar di internet dan media sosial rata-rata 4-6 konten per hari.
 
Dari rilis yang dikeluarkan Kominfo tercatat konten hoaks terbanyak ditemukan pada 22 Januari 2019 yakni sebanyak 11 konten. Dari 175 konten disinformasi itu, ada 81 konten yang berkaitan dengan Pemilihan Umum.
 
Beberapa konten yang mendapat perhatian publik yakni temuan tujuh kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok, PKI, ijazah, hingga simbol jari.

Lalu, ada 22 konten yang berkaitan dengan peristiwa, seperti aksi bunuh diri di Sukorajo, video orang yang telah dimakamkan selama empat hari kembali hidup dan cashback 60 persen jika bayar pendidikan pakai OVO.
 
Hoaks mengenai pemerintahan ditemukan sebanyak 31 konten, antara lain Kemenag memberi lampu hijau pada LGBT, pengangkatan honor K2 jadi PNS hingga lowongan kerja di rumah sakit.
 
(Baca juga: Medcom.id Bergabung dengan CekFakta.com)
 
Selain itu, ada juga hoaks berhubungan dengan isu agama sebanyak sembilan konten. Yakni tentang muslim Uighur serta larangan salat Jumat di perusahaan China. 
 
Ada juga yang menarik perhatian publik seperti ceramah Said Aqil Siradj dalam acara internal Muslimat NU. Adapun isu yang berkaitan dengan bencana, makanan dan tokoh masing-masing sebanyak delapan konten. 
 
Soal bencana misalnya berkaitan dengan angin kencang di Ancol, potensi gempa 8 SR, banjir Katulampa sampai gempa susulan di Jawa Barat. Sedang hoaks yang berkaitan dengan makanan seperti garam yang tidak boleh dimasak, lintah di kangkung, hingga es krim yang mengandung lemak babi.
 
Sementara mengenai keamanan dan teknologi, masing-masing empat konten, lalu berhubungan dengan kecelakaan tiga konten dan lingkungan satu konten.
 
Kominfo juga menemukan tokoh yang paling banyak dimunculkan dalam konten hoaks antara lain Presiden Joko Widodo, Basuki Thajaha Purnama alias Ahok dan ustaz Arifin Ilham.
 
(Baca juga: Presiden Ajak Publik Menjauhi Nyinyir di Medsos)
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan