Kuasa Hukum Bantah Taufik Menghindari Pemeriksaan KPK

Whisnu Mardiansyah 01 November 2018 13:33 WIB
suap bupati kebumen
Kuasa Hukum Bantah Taufik Menghindari Pemeriksaan KPK
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan. Foto Medcom.di Gervin N.
Jakarta: Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan batal hadir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pemeriksaaan perdana sebagai tersangka kasus korupsi dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Kebumen. Kuasa hukum membantah Taufik sengaja menghindari pemeriksaan KPK.
 
Seperti diketahui sejak surat pencekalan hingga penetapan tersangka, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu belum muncul ke publik.
 
"Kami kan sudah dilakukan pemanggilan. Nanti (8 November) kita klarifikasi, beliau memberikan penjelasan kepada teman-teman," kata Arifin Harahap selaku kuasa hukum Taufik Kurniawan saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 1 November 2018.
 
Arifin membantah Taufik jarang terlihat di DPR. Menurutnya, ia rutin mengikuti rapat bersama pimpinan DPR lainnya. "Dalam rapat pimpinan dia hadir bersama pimpinan yang lain," jelasnya.
 
Arifin menyampaikan, saat ini Taufik berada di daerah pemilihannya untuk masa reses DPR. "Karena reses berkaitan dengan dapil ya, jadi tidak lagi di Jakarta," pungkasnya.

Baca: KPK Tunggu Sikap Kooperatif Taufik Kurniawan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sebagai tersangka. Taufik diduga menerima suap terkait pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN.
 
"KPK menetapkan TK, wakil ketua DPR periode 2014-2019 sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konfrensi pers di Gedung KPK, Selasa, 30 Oktober 2018.
 
Basaria mengungkapkan Taufik diduga menerima duit dari eks Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad. Ini lantaran politikus PAN itu membantu menambah DAK Kabupaten Kebumen untuk fisik sejumlah Rp100 miliar di APBN.
 
"Fee untuk pengurusan anggaran lima persen. TK diduga menerima Rp3,6 miliar," imbuh Basaria.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id