Sidang pemeriksaan terdakwa Idrus Marham. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Sidang pemeriksaan terdakwa Idrus Marham. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Idrus Marham Sedih Dituduh Menerima Suap

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Fachri Audhia Hafiez • 12 Maret 2019 17:58
Jakarta: Mantan Menteri Sosial Idrus Marham sedih dituduh menerima uang dari perkara suap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1. Idrus berkali-kali membantah menerima uang dari bos BlackGold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.
 
"Saya selalu bertanya dalam diri saya, apa yang ada gitu lo. Saya prihatin, saya dituduh misalnya menerima USD2,5 juta, Rp2,250 miliar, itu sudah dikonfirmasi oleh Eni Maulani Saragih (mantan Wakil Ketua Komisi VII) maupun Kotjo, memang tidak ada sama sekali," kata Idrus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Maret 2019.
 
Idrus mengaku telah menjaga diri saat Eni mencoba melibatkan dirinya dalam proyek PLTU Riau-1. Dia juga telah mengingatkan Eni agar tak terlarut dalam proyek yang tengah digarapnya bersama Kotjo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena pikiran saya batasi, seperti Eni ini kan pejabat negara. Saya membatasi, mengingatkan," ucap Idrus.
 
Kendati demikian, Idrus menerima semua dakwaan yang dituduhkan kepadanya. Mantan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar itu berharap bukti tidak menerima uang itu memengaruhi tuntutan pidana yang akan dijatuhkan kepadanya.
 
Baca: Idrus Sebut Eni Minta Perlindungan Johannes Kotjo
 
"Saya punya sikap menghargai proses hukum yang ada karena saya itu selalu kooperatif, saya husnuzon (Berprasangka baik). Karena mungkin disampaikan terkait fakta-fakta di persidangan," ujar Idrus.
 
Idrus sebelumnya didakwa bersama-sama Eni menerima suap Rp2,250 miliar dalam perkara suap proyek PLTU Riau-1. Suap itu diduga mengalir ke Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar 2017.
 
Akibat perbuatannya, Idrus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikorjuncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif