Sidang pemeriksaan terdakwa Idrus Marham. (Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez)
Sidang pemeriksaan terdakwa Idrus Marham. (Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez)

Idrus Sebut Eni Minta Perlindungan Johannes Kotjo

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Fachri Audhia Hafiez • 12 Maret 2019 16:29
Jakarta: Terdakwa kasus korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1, Idrus Marham menuding mantan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih melakukan konspirasi. Ini lantaran Eni mendukung Airlangga Hartarto ketimbang Idrus dalamMusyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
 
Idrus mengatakan, Eni meminta 'perlindungan' kepada Bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo setelah menyatakan mendukung Airlangga. Sebab, Eni ditegur oleh Ketua Umum Partai Golkar saat itu Setya Novanto lantaran tak mendukung Idrus.
 
"Eni sudah berkonspirasi, tanggal 4 Oktober 2017 Eni minta perlindungan dari Pak Kotjo karena Novanto sudah menegur bulan September. Saya tahu berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) sekaligus ungkapan Novanto saat ketika ditanya di sini (persidangan)," kata Idrus saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dukungan Eni tersebut berkaitan gelaran Munaslub untuk memenangkan Airlangga sebagai ketua umum Partai Golkar. Padahal, Eni sebelumnya kerap mendesak Idrus untuk maju menduduki kursi nomor satu partai berlogo pohon beringin tersebut.
 
(Baca juga:Idrus Kesal Namanya Kerap Dicatut Eni)
 
Sebab, saatitu Novanto sedang berurusan dengan hukum karena terjerat kasus korupsi KTP berbasis elektronik. "Saya baru sadar ketika Eni memberi tahu kepada saya diminta oleh Airlangga agar supaya Idrus tidak maju dan memang saya tidak maju," ujar Idrus.
 
Idrus didakwa bersama Eni Maulani menerima suap Rp2,250 miliar dalam perkara suap proyek PLTU Riau-1. Suap itu diduga mengalir ke musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Partai Golkar 2017.
 
Mantan menteri sosial itu turut diduga meminta USD2,5 juta kepada Kotjo melalui Eni untuk keperluan maju sebagai Ketum Golkar, menggantikan Novanto yang tersandung kasus korupsi di KPK.
 
Dalam perkara ini, Idrus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 
(Baca juga:Idrus Berkelakar Minta USD2,5 Juta buat Maju Ketum Golkar)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif