Dokter Lapas Sukamiskin Diperiksa KPK
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Fachri Audia Hafiez
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan dua dokter Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Dewi Musni Ayu dan R. Beny Benardi akan diperiksa terkait kasus dugaan suap jual beli fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin.

"Kedua saksi akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FD (Fahmi Darmawansyah)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Pemeriksaan kedua dokter itu untuk mengonfirmasi pemberian izin sakit kepada Fahmi di dalam Lapas Sukamiskin. Fahmi memberi suap kepada Kalapas Sukamiskin Wahid Husen agar mendapat fasilitas mewah dan izin keluar masuk tahanan dengan dalih sakit.


Baca: KPK Kembali Periksa Penyuap eks Kalapas Sukamiskin

KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan suap jual beli fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Keempat tersangka itu ialah Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, Hendy Saputra selaku staf Wahid, napi korupsi Fahmi Darmawansyah, dan napi umum Andi Rahmat selaku tangan kanan Fahmi.

Wahid diduga telah menerima dua unit mobil yakni Mitsubishi Triton Exceed dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar serta uang Rp279.920.000 dan USD1.410. Pemberian itu diduga imbalan dari Fahmi yang telah mendapatkan fasilitas sel kamar mewah di Lapas Sukamiskin.

Wahid dan stafnya selaku penerima suap dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Fahmi dan Andi Rahmat selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.





(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id