Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

KPU Angkat Topi KPK Utamakan Pencegahan Dalam Bekerja

Candra Yuri Nuralam • 19 Mei 2022 03:03
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengacungi jempol terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kinerja KPK dinilai membaik karena mengutamakan pencegahan ketimbang penindakan.
 
"KPU menyampaikan apresiasi penghormatan tertinggi kepada pimpinan KPK kepada KPK yang beberapa waktu terakhir ini lebih mengutamakan upaya-upaya pendidikan sosialisasi pencegahan ketimbang, saya kira bukan ketimbang walaupun berbarengan, dengan upaya penegakan atau penindakan," kata Ketua KPU Hasyim Asy'ari di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Mei 2022.
 
Hasyim mengatakan pencegahan kasus korupsi lebih baik ketimbang penindakan. Penindakan kasus korupsi dinilai bukan prestasi untuk KPK, melainkan kegagalan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena apa? berarti proyek-proyek atau program-program pencegahan tidak efektif ketika kemudian tugas penindakan masih berjalan," ujar Hasyim.
 
KPU memberikan dukungan kepada program pencegahan KPK. Salah satu yang didukung, yakni program politik cerdas berintegritas.
 
"Kami menyambut baik program politik yang diselenggarakan oleh KPK dan pada kesempatan hari ini sangat strategis karena yang diundang dan berkomitmen hadir adalah pimpinan parpol," kata Hasyim.
 
Baca: KPK Gandeng Parpol untuk Bebaskan Demokrasi dari Korupsi
 
Sebanyak 20 parpol diundang KPK dalam program politik cerdas berintegritas hari ini. Partai yang diundang merupakan peserta ajang kontestasi politik pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Rinciannya ialah Partai NasDem, Partai Amanat Rakyat (PAN), Partai Beringin Karya (Berkarya), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat (PD).
 
KPK juga mengundang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), dan Partai Golongan Karya (Golkar). Kemudian, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKP Indonesia), Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
 
Selanjutnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Aceh (PA), Partai Daerah Aceh (PD Aceh), Partai Nanggroe Aceh (PNA), dan Partai Suara Independen Rakyat Aceh (SIRA).
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif