KPK Didesak Perhatikan Dinasti Politik
Lambang KPK. Foto: MI/Panca Syurkani.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak memperhatikan dinasti politik. Lembaga Antirasuah diminta tak tebang pilih dalam mengungkap kasus. 

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Djuanda (Unida) menagih janji Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat berpidato di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, (Jabar) pada 17 April 2018. Basaria menyatakan dinasti politik mendapat atensi karena rawan perilaku koruptif.

KPK pun diminta menelusuri aliran dana korupsi rekomendasi surat tukar menukar kawasan hutan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jabar. Lembaga Antirasuah didesak tak menghentikan kasus pada mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin yang telah berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung.


Koordinator BEM Unida Arifin meyakini ada keterlibatan keluarga Rachmat dalam korupsi tersebut. Untuk itu, Arifin meminta KPK menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi Rahmat Yasin. 

"Kalau tidak Bogor akan dikuasai dinasti politik, yang terbukti terlibat korupsi dalam kasus Jonggol," kata Arifin di gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin, 25 Juni 2018.

BEM Unida, kata dia, menagih KPK mematuhi komitmen untuk memelototi dinasti politik, khususnya di Bogor. Pasalnya, meskipun KPK telah memeriksa pihak-pihak terkait di kasus tersebut, tetapi belum ada penetapan tersangka.

Baca: Sakit-sakitan, Penyuap Bupati Bogor Divonis Lebih Ringan

"KPK harus segera menetapkan tersangkanya. Kami menagih komitmen KPK mengenai atensi dinasti politik ini," sebut Arifin.

Selain KPK, ia bersama anggota BEM lain bakal bertandang ke Bareskrim Polri. Mereka akan melaporkan Rahmat Yasin beserta beberapa orang yang terlibat dalam kasus penyerobotan tanah milik masyarakat Jonggol.

"Kami bersama masyarakat sekarang telah menyodorkan bukti-bukti bahwa di Kabupaten Bogor telah terjadi dinasti politik dan terbukti melakukan korupsi," jelas dia.



(OGI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id