Penyidik senior KPK Novel Baswdan. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri
Penyidik senior KPK Novel Baswdan. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri

Presiden Dinilai Kurang Garang Sentil Kapolri

Nasional novel baswedan
Damar Iradat • 11 Desember 2019 11:42
Jakarta: Tim kuasa hukum Novel Baswedan menilai Presiden Joko Widodo kurang tegas pada Polri. Jokowi mestinya lebih tegas pada Kapolri Jenderal Idham Azis buat mengungkap penyerangan pada Novel.
 
"(Polri) sudah beberapa kali diberi kesempatan dan gagal, tapi tidak ada evaluasi dari Presiden," kata salah satu anggota tim kuasa hukum Novel, Alghiffari Aqsa, kepadaMedcom.id, Rabu, 11 Desember 2019.
 
Presiden sudah beberapa kali memberi perpanjangan waktu pada Korps Bhayangkara mengusut tuntas kasus tersebut. Namun, hingga 32 bulan kasus berjalan belum ada titik terang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aqsa juga menyoroti beda pernyataan Jokowi dan kepolisian. Jokowi sempat menyatakan ada bukti baru kasus Novel.
 
Namun, kepolisian mengaku belum ada petunjuk baru dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras itu. Kepala Biro Penerangan Masyarat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono menyebut penyidik masih memerlukan waktu mengungkap kasus Novel.
 
"Jika demikian ada satu pihak yang berbohong. Entah siapa yang berbohong," kata dia.
 
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pihak Istana tak mau merecoki proses penyidikan. Ia mafhum polisi tak mudah mengusut kasus itu.
 
Moeldoko meyakini polisi tak mengulur waktu. Menurut dia, lamanya proses penyidikan murni karena tingkat kesulitan yang cukup tinggi.
 
"Kalau enggak sulit sudah ketemu," kata Moeldoko beberapa waktu lalu.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif