Roy Suryo prihatin atas penetapan tersangka Menpora Imam Nahrawi oleh KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Roy Suryo prihatin atas penetapan tersangka Menpora Imam Nahrawi oleh KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Roy Suryo Prihatin Imam Nahrawi Tersangka

Nasional Kasus Suap Imam Nahrawi
M Rodhi Aulia • 19 September 2019 00:55
Jakarta: Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) prihatin dengan penetapan tersangka Menpora Imam Nahrawi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Imam tersangka atas kasus penyaluran dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui Kemenpora tahun anggaran 2018.
 
"Saya prihatin," kata Roy singkat kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 18 September 2019.
 
Roy mengaku sempat teringat perseteruannya dengan Kemenpora dan Imam beberapa waktu lalu. Perseteruan itu terkait temuan 3.226 aset negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Belakangan perseteruan ini mereda setelah PN Jakarta Selatan mengabulkan pencabutan gugatan Menpora.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Gusti Allah SWT tidak sare (tidur). Kemarin saya juga sempat malah mau difitnah, digunakan untuk 'menutupi' kasus besar. Alhamdulillah publik akhirnya tahu yang sebenarnya sekarang," tuntasnya.
 
Imam ditetapkan sebagai tersangka bersama asisten pribadinya (aspri) Miftahul Ulum. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu diduga menerima suap dan gratifikasi sebanyak Rp26,5 miliar melalui Ulum.
 
Pemberian uang itu sebagai komitmen fee atas pengurusan proposal dana hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018. Imam menerima suap dan gratifikasi itu sebagai ketua Dewan Pengarah Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dan menpora.
 
Penetapan tersangka Imam hasil pengembangan perkara yang menjerat lima tersangka. Mereka adalah Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy, Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Pumamo, dan Staf Kemenpora Eko Tryanto. Mereka telah divonis bersalah pengadilan tingkat pertama.
 
Imam dan Miftahul dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 junto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif