Ustaz Ansufri Idrus Sambo. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Ustaz Ansufri Idrus Sambo. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Dalih Eks Guru Ngaji Prabowo Sempat Mangkir dari Pemeriksaan

Nasional kasus makar
Kautsar Widya Prabowo • 27 Mei 2019 14:55
Jakarta: Ustaz Ansufri Idrus Sambo mengungkapkan alasan ketidakhadiran dalam pemanggilan pertama, Rabu, 22 Mei 2019, sebagai saksi kasus makar tersangka Eggi Sudjana. Dia mengaku saat itu masih mempelajari dahulu topik pemanggilannya.
 
"Saya pikir panggilan pertama itu ya pertama saya, istilahnya, baru mempelajari dulu kan. Saya belum ketemu lawyer. Saya ketemu lawyer kan setelah tiga hari setelah itu," kata Sambo saat ditemui di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 27 Mei 2019.
 
Tidak hanya itu, ia melalui kuasa hukumnya juga perlu berkoordinasi terlebih dahulu. Untuk itu, baru dalam pemanggilan kedua hari ini, mantan guru ngaji calon presiden Prabowo Subianto itu memberanikan hadir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya, sudah saya datang. Jangan sampailah ustaz diciduk diborgol gitu ya, tidaklah. Kita gentlemen saja kalau memang ini ya kita hadapi," tambah dia.
 
Sambo diperiksa sebagai saksi terkait dugaan makar yang dilakukan oleh Eggi Sudjana. Namun, ia enggan untuk dikait-kaitkan dengan kasus Eggi.
 
Eggi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup untuk Eggi, di antaranya video Eggi yang menyuarakan people power dan bukti pemberitaan di media daring.
 
Penyidik juga sudah memeriksa enam saksi dan empat ahli. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan dokumen yang telah disita.
 
Baca: Permadi Batal Diperiksa
 
Setelah penetapan tersangka, penyidik menangkap Eggi pada Selasa, 14 Mei 2019. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu dinilai penting ditangkap untuk memenuhi prosedur penyidikan.
 
Penyidik menahan Eggi pada Selasa, 14 Mei 2019, sekitar pukul 23.00 WIB. Ia dimasukkan ke dalam ruang tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya. Ia ditahan untuk 20 hari ke depan.
 
Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti. Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif