Pemimpin Al Qiyadah, Abdus Salam alias Ahmad Musaddeq mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum saat mengikuti persidangan diri di PN Jakarta Selatan. Foto: MI/Adam
Pemimpin Al Qiyadah, Abdus Salam alias Ahmad Musaddeq mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum saat mengikuti persidangan diri di PN Jakarta Selatan. Foto: MI/Adam

Pimpinan Gafatar akan Ajukan Banding

Nasional gafatar
Riyan Ferdianto • 07 Maret 2017 18:51
medcom.id, Jakarta: Kuasa hukum pimpinan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) akan mengajukan banding. Mereka tak terima dengan vonis 5 tahun penjara bagi penasihat spiritual Gafatar Ahmad Musadeq alias Abdussalam dan Wakil Presiden Gafatar Mahful Muis Tumanurung serta 3 tahun penjara kepada Presiden Gafatar Andry Cahya.
 
"Telah terjadi peradilan sesat. Hari ini, sekali lagi, citra hukum di negeri ini tercoreng oleh putusan hakim,” kata pengacara Ahmad Musadeq, Pratiwi Febry, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr. Sumarno No. 1, Penggilingan, Jakarta Timur, Selasa 7 Maret 2017.
 
Mereka tak puas hakim hanya melepaskan terdakwa dari dakwaan kedua soal makar. Menurut Pratiwi, hakim seharusnya juga melepaskan ketiga pimpinan Gafatar dari dakwaan pertama soal penodaan agama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Putusan hakim yang membatalkan tuntutan kedua JPU (jaksa penuntut umum) atas tindakan makar merupakan putusan yang seharusnya kumulatif. Artinya, jika putusan itu dibatalkan, mestinya menghapus semua tuntutan. Akan tetapi, hakim tetap menjatuhi hukuman," papar dia.
 
Baca: Pemimpin Gafatar Ahmad Musadeq Divonis Lima Tahun Penjara
 
Musadeq cs dinyatakan terbukti secara sah melakukan penodaan agama. Mereka dianggap melanggar Pasal 156a huruf a KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP tentang penodaan agama.
 
“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa H. Abdussalam alias Ahmad Mussadeq alias Masih Al'Mau'ud dan terdakwa Mahful Muis Tumanurung dengan pidana penjara masing-masing selama lima tahun penjara. Dan terdakwa Andry Cahya dengan pidana penjara selama tiga tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Muhamad Sirad.
 
Baca: Wakil Bupati Gafatar Divonis 2 Tahun
 
Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU. Mussaddeq dan Mahful Muis Tumanurung sebelumnya dituntut 12 tahun penjara. Sementara itu, Andry Cahya dituntut hukuman 10 tahun penjara.
 
Hakim menilai ketiganya tidak terbukti melakukan makar seperti pada Pasal 110 ayat 1 KUHP juncto Pasal 107 ayat 2 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dianggap tidak terbukti. "Membebaskan terdakwa Ahmad Mussadeq, Mahful Muis Tumanurung, dan Andry Cahya dari dakwaan kedua tersebut," ujar Muhamad Sirad.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif