Pengacara Bripka Ricky Rizal Wibowo, Erman Umar. Branda Antara
Pengacara Bripka Ricky Rizal Wibowo, Erman Umar. Branda Antara

Pengacara: Bripka RR Lebih Pantas Sebagai Saksi

Siti Yona Hukmana • 09 September 2022 11:48
Jakarta: Erman Ummar, pengacara Bripka Ricky Rizal (RR) menyebut kliennya tidak tepat dijadikan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Bripka Ricky disebut tidak terlibat penembakan dan korban skenario Ferdy Sambo.
 
"Kalau menurut saya, sebenarnya klien saya pantasnya sebagai seorang saksi," kata Erman, Kamis malam, 8 September 2022.
 
Erman mengatakan banyak hal yang bisa menjadi pertimbangan penyidik untuk menjadikan kliennya sebagai saksi. Salah satunya, Bripka Ricky tidak punya niat jahat. Kemudian, Bripka Ricky tidak melaporkan rencana penembakan itu karena takut ikut kena tembak Ferdy Sambo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dia kan belum sampai sejauh itu (melaporkan keluar), ini dadakan. Dipanggil lagi Richard (Bharada Richard Eliezer), mana ada waktu, sementara dia juga goncang dan juga berpikir, tidak mungkinlah (Sambo menembak) pasti diklarifikasi dulu," kata Erman.
 
Menurut Erman, kliennya masuk dalam skenario pertama Irjen Ferdy Sambo karena kekuatan atasannya itu. Buktinya, kata dia, banyak anggota polisi juga ikut skenario Ferdy Sambo.
 
Erman mengatakan terkait menjanjikan uang itu terjadi setelah peristiwa penembakan. Dia menegaskan tidak ada yang disampaikan Ferdy Sambo kepada Bripka Ricky sebelum menjanjikan uang. Dia hanya mengikuti skenario Sambo.
 
"Ini kan setelah skenario Pak Sambo, menyampaikan bahwa ini ada uang tetapi kalimatnya dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang saya baca itu karena kalian sudah menjaga Ibu (Putri Candrawathi)," kata Erman.
 
Alasan lain Bripka Ricky tak pantas jadi tersangka adalah menolak permintaan Sambo untuk menembak Brigadir J. Bripka Ricky juga disebut tidak menyaksikan dari awal penembakan itu. Dia datang setelah penembakan selesai dilakukan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu.
 
Bermula saat Kuat Ma'ruf memanggil Bripka Ricky dan Brigadir J untuk naik ke lantai atas rumah dinas di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, atas perintah Sambo. Brigadir J jalan lebih dahulu disusul Kuat.
 
"Si RR dia pakai sepatu, buka sepatu. Jadi ada jeda. Pas dia di dalam, sudah langsung kejadian tembak itu. Menembak," kata Erman.
 

Baca: Bripka Ricky Rizal Tak Tahu Ada Pelecehan Seksual Terhadap Putri di Magelang


Erman mengatakan kliennya menyaksikan penembakan tersebut. Tapi, tidak ingat berapa kali tembakan terhadap Brigadir J.
 
"Apakah tiga kali Richard menembak, Sambo agak ke samping, si Kuat di belakang Sambo, Si Ricky posisinya agak di belakang Richard," kata Erman.
 
Bripka Ricky menjadi tersangka pembunuhan berencana Brigadir J bersama empat orang lainnya. Keempatnya ialah atasannya, eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo; istri Sambo, Putri Candrawathi; Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu; dan Kuat Ma'ruf.
 
Kelima tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.
 
(JMS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif