Kantor KPU. Foto: MI-Ramdani.
Kantor KPU. Foto: MI-Ramdani.

KPU Apresiasi Gerak Cepat Polisi

Nasional surat suara pemilu surat suara pilpres 2019 hoax
04 Januari 2019 18:06
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) merespons positif gerak cepat kepolisian yang telah menangkap dua penyebar hoaks soal surat suara sudah tercoblos. KPU berharap proses hukum kepada para pelaku tersebut bisa berjalan dengan adil.
 
"KPU apresiasi dari kinerja aparat penegak hukum yang langsung menangkap beberapa terduga pelaku penyebar hoaks," kata Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat, 4 Januari 2019.
 
Menurut dia, dalang di balik penyebaran hoaks tersebut juga harus diproses secara hukum. Pramono berharap polisi tak berhenti di dua orang pelaku itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya kita berharap ditelusuri, profesional, yang bertanggung jawab bertanggung jawab harus dikontrol, tokoh-tokoh masyarakat yang memviralkan harus bertanggung jawab," jelas dia.
 
Pramono menduga hoaks tercoblosnya surat suara itu disebarkan dengan tujuan tertentu. Pasalnya, penyebaran hoaks terindikasi dilakukan secara terorganisasi dengan tujuan utamanya menjatuhkan kredibilitas KPU.
 
Dia mengaku sejak dulu KPU sudah biasa dianggap tidak netral dalam setiap penyelenggaraan pemilu terkait kebijakan ataupun keputusannya. Namun, menurut dia, jika sebatas kritis, KPU masih bisa menerimanya.
 
"Tapi kalau tujuannya untuk meruntuhkan kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu, maka kami harus proses secara hukum," tegas Pramono.
 
Publik pun diminta tetap mempercayai KPU dalam menyelenggarakan Pemilu 2019. Dia menjamin KPU transparan dalam menyelenggarakan pesta demokrasi tersebut.
 
Baca: Fahri Anggap KPU Berlebihan
 
"Kalau ada informasi yang diragukan, maka silakan dikonfirmasi kepada akun media sosial kami atau kepada komisioner KPU dan akun komisioner KPU. Kami akan sangat terbuka dan senang hati untuk menanggapinya," tutur dia.
 
Dua penyebar hoaks yang menyebut ada tujuh kontainer dari Tiongkok berisikan surat suara tercoblos pada gambar pasangan Joko Widodo-Ma`ruf Amin ditangkap. Keduanya berinisial HY dan LS.
 
HY dan LS diciduk di dua tempat terpisah. HY dibekuk di Bogor, Jawa Barat. Sementara itu, LS ditangkap di Balikpapan, Kalimantan Timur.
 
Keduanya menerima konten dan sengaja menyebarkan hoaks. Kabar tak benar ini menjadi viral setelah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief ikut berkomentar di akun Twitter. (Bryant Gozali)
 


 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi