KPK Terus Buru Sjamsul dan Itjih Nursalim

Juven Martua Sitompul 12 November 2018 23:45 WIB
kasus blbi
KPK Terus Buru Sjamsul dan Itjih Nursalim
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya keras menghadirkan Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim ke ruang penyidikan. Lembaga Antirasuah berharap, keduanya menghormati proses hukum yang berjalan dan segera memenuhi panggilan penyidik.

"Karena itu, kami menyampaikan lebih pada itikad baik kalau memang Sjamsul dan istri punya itikad baik semestinya ketika diundang untuk klarifikasi dipanggil untuk permintaan keterangan itu bisa hadir," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 12 November 2018.

Febri mengakui pihaknya tak bisa begitu saja melakukan penjemputan paksa terhadap Sjamsul dan Itjih. Terlebih, status keduanya masih sebagai saksi kasus dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI.


"Jadi, memang proses ini masih di tahap penyelidikan jadi belum tahap penyidikan sehingga pemanggilan-pemanggilan seperti upaya paksa atau pemanggilan dengan menghadapkan oleh yang ditugaskan itu belum memungkinkan dilakukan," ujarnya.

Kendati belum bisa menghadirkan Sjamsul dan istri ke markas Lembaga Antirasuah, kata Febri, penyidik terus menggali informasi dan menguatkan bukti-bukti keterlibatan keduanya melalui pemeriksaan saksi lain.

Baca: Sjamsul Nursalim Kembali Mangkir

Apalagi, pada persidangan eks Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung, nama Sjamsul dan Itjih jelas disebut memiliki peran sakral dalam penerbitan SKL BLBI tersebut.

"Jadi kalau ingin membantah silakan membantah semestinya begitu tetapi kan dua kali panggilan ini tidak hadir jadi kami sedang membicarakan sekaligus juga melakukan analisis terhadp saksi-saksi lain yang sudah dimintakan keterangan sebelumnya," ucap dia.

Febri mengaku belum mendapat informasi dari penyidik terkait jadwal pemanggilan ulang Sjamsul dan Itjih. Namun, dia berjanji akan mengumumkan ke publik jika surat pemanggilan keduanya telah dilayangkan penyidik ke otoritas Singapura.

Baca: Pengacara tak Tahu Sjamsul Kembali Dipanggil KPK

Diketahui, pemanggilan Sjamsul dan istri ini merupakan pengembangan atas putusan majelis hakim pengadilan Tipikor terhadap Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung. Syafruddin divonis 13 tahun penjara dan denda Rp700 juta subsider 3 bulan kurungan.

Syafruddin terbukti merugikan negara sekitar Rp4,58 triliun atas penerbitan SKL BLBI kepada Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI). Perbuatan Syafruddin telah memperkaya Sjamsul Nursalim, selaku pemegang saham pengendali BDNI tahun 2004.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id