Novanto tak Tahu Fredrich Lihat Resume Medisnya

Damar Iradat 03 Mei 2018 20:58 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Novanto tak Tahu Fredrich Lihat Resume Medisnya
Ketua DPR Setya Novanto menjalani sidang pembacaan vonis kasus dugaan tindak pidana korupsi KTP-el di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, 24 April 2018. Foto: AFP/Bay Ismoyo
Jakarta: Bekas Ketua DPR Setya Novanto mengaku tak mengetahui resume medisnya pernah dilihat oleh Fredrich Yunadi. Novanto baru mengetahuinya setelah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK. 

Hal tersebut diungkap Novanto saat bersaksi di sidang lanjutan perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP berbasis elektronik (KTP-el) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Menurutnya, Fredrich tak pernah meminta izin soal hal tersebut. 

"Saya diberi tahu itu, kalau nggak salah, justru setelah pas saya sudah di rutan," ucapnya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Mei 2018. 


Menurut dia, saat itu istrinya Deisti Astriani Tagor, memberitahu jika Fredrich sempat melihat resume medisnya. Menurut penuturan Deisti, Fredrich memang sempat meminta resume medis miliknya. 

"Oh, iya, saya (Deisti) lupa bahwa itu pernah Pak Fredrich sudah bicara sama kamu. Saya kasih medical record melalui ajudan perempuan terus difoto'. Habis foto, dikasih ke istri saya," jelas Novanto menirukan ucapannya bersama Deisti.

Sebelumnya, dalam sidang hari ini, Deisti yang dihadirkan sebagai saksi menyebut jika Fredrich sempat meminta melihat resume medis milik suaminya. Saat itu, kata dia Fredrich turut memotret resume medis tersebut lewat telepon genggamnya.

Baca: Novanto dan Istri Bersaksi untuk Fredrich

Menurut Deisti, Fredrich mengaku telah mendapatkan izin dari Novanto untuk melihat resume medis tersebut. Deisti pun tak keberatan atas permintaan Fredrich. 

Mantan pengacara Setya Novanto itu sebelumnya didakwa bekerja sama dengan Bimanesh untuk 'mengamankan' Novanto dari pemeriksaan perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-el. Ia disebut menyarankan agar Novanto tidak memenuhi panggilan KPK.

Fredrich diduga meminta Bimanesh untuk merekayasa hasil pemeriksaan kesehatan Novanto. Saat itu, Novanto memang tengah diburu oleh KPK lantaran tak juga memenuhi panggilan komisi antirasuah.

Atas perbuatannya, Fredrich didakwa dengan Pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id