Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto memasuki mobil tahanan seusai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto memasuki mobil tahanan seusai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.

Novanto dan Istri Bersaksi untuk Fredrich

Nasional korupsi e-ktp setya novanto
Damar Iradat • 03 Mei 2018 10:06
Jakarta: Mantan Ketua DPR Setya Novanto bakal dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik. Ia dihadirkan sebagai saksi untuk mantan pengacaranya, Fredrich Yunadi. 

"Hari ini Setya Novanto konfirmasi akan hadir (sebagai saksi)," kata jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Takdir Suhan saat dikonfirmasi, Kamis, 3 Mei 2018.

Jaksa juga menghadirkan istri Novanto, Deisti Astriani Tagor, dan dokter spesialis jantung Rumah Sakit Premier Jatinegara Glenn Sherwin Dunda. Para saksi bakal dimintai keterangan soal kejadian sebelum Novanto kecelakaan di Permata Hijau pada 16 November 2017. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Novanto sempat bersaksi di persidangan dokter Bimanesh Sutarjo. Novanto tak banyak mengingat runutan kronologi setelah kecelakaan.  Namun, Novanto masih bisa mengingat jelas kronologi sebelum kecelakaan. Ia mengaku sempat pergi ke Sentul, Bogor, Jawa Barat, saat rumahnya digeledah KPK pada 15 November. 

Baca: KPK Perkuat Bukti Pencucian Uang Novanto

Sementara itu, Fredrich sebelumnya didakwa bekerja sama dengan Bimanesh untuk menghindarkan Novanto dari pemeriksaan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-el. Ia disebut menyarankan agar Novanto tidak memenuhi panggilan KPK.

Fredrich diduga meminta Bimanesh untuk merekayasa hasil pemeriksaan kesehatan Novanto. Saat itu, Novanto memang tengah diburu oleh KPK lantaran tak juga memenuhi panggilan Komisi Antirasuah.

Atas perbuatannya, Fredrich didakwa dengan Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. 




(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi