Pelaku pencemaran nama baik Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, ditangkap polisi, Kamis, 30 Juli 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Pelaku pencemaran nama baik Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, ditangkap polisi, Kamis, 30 Juli 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Ahok Tak Berniat Cabut Laporan Pencemaran Nama Baik

Nasional ahok pencemaran nama baik
Siti Yona Hukmana • 31 Juli 2020 17:28
Jakarta: Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok belum berniat mencabut laporan pencemaran nama baik di Polda Metro Jaya. Meski, salah satu pelaku, KS, 67, meminta mediasi dengan Ahok.
 
"Terkait mediasi ini belum ada arahan untuk mencabut laporan polisi. Prinsipnya begitu," kata kuasa hukum Ahok, Ahmad Ramzy, saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2020.
 
Ramzy mengatakan Ahok ingin polisi mengusut tuntas kasus pencemaran nama baik tersebut. Ahok ingin mengetahui sosok pelaku lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Siapa ini adminnya, dari siapa ini gambar, dan siapa yang mengedit. Jadi, terlalu dini pencabutan polisi. Bapak (Ahok) memerintahkan ke saya untuk mendalami itu," ujar Ramzy.
 
Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga ingin mengetahui motif pelaku. Salah satu pelaku, EJ, 47, masih diperiksa penyidik.
 
"Artinya biar polisi usut tuntas dulu," ujar Ramzy.
 
(Baca: Pelaku Pencemaran Nama Baik Ahok Penggemar Veronica Tan)
 
Ramzy menuturkan proses mediasi belum bisa dilakukan. Sebab, kedua pelaku baru ditangkap.
 
Polisi menangkap dua pelaku pencemaran nama baik terhadap Ahok. KS, 67, ditangkap di Bali pada Rabu, 29 Juli 2020. Sementara EJ, 47, ditangkap di Medan, Sumatra Utara, pada Kamis, 30 Juli 2020.
 
Kedua pelaku melakukan pencemaran nama baik melalui Instagram dengan memposting foto istri Ahok, Puput Devita Nastiti dan anaknya. Pelaku menyandingkan foto itu dengan foto binatang dan menyertakan cacian.
 
Kedua pelaku dijerat Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Mereka terancam hukuman empat tahun penjara.
 

(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif